Marka wisata Tanjung Lesung yang rusak berat akibat empasan tsunami pada Minggu, 23 Desember 2018, MI - Susanto
Marka wisata Tanjung Lesung yang rusak berat akibat empasan tsunami pada Minggu, 23 Desember 2018, MI - Susanto (Kristiadi, Antonio)

Empat Warga Garut Jadi Korban Tsunami

Tsunami di Selat Sunda
Kristiadi, Antonio • 24 Desember 2018 12:08
Garut: Empat warga Garut, Jawa Barat, menjadi korban terjangan tsunami di kawasan Pantai Carita, Banten. Hingga berita ini dimuat, BNPB merilis 281 orang di Banten dan Lampung meninggal akibat terjangan tsunami.
 
Empar Suparman mengatakan kerabatnya menjadi korban dalam bencana tersebut. Mereka yaitu pasangan suami istri Komarudin, 47 dan Ita Rosita, 45.
 
"Dan juga dua keponakan saya Hanhan, 22 dan Wawan, 35," ujar Empar di Garut, Senin, 24 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mereka keluarga berasal dari Kampung Pasirjengjing, Kecamatan Cisurupan, Garut. Empar mengatakan keluarga berangkat dari Garut menuju Carita. 
 
"Saya menonton tayangan di TV tentang kejadian tsunami, saya langsung menghubungi mereka namun nomor telepon seluler mereka tak aktif. Keluarga khawatir," lanjut Empar.
 
Komarudin beserta keluarga, kata Empar, sudah lama tinggal di Banten. Mereka bekerja sebagai pengurus vila di Pantai Carita.
 
Empar mendapat informasi kerabat yang ke Pantai Carita menemukan vila tempat Komarudin dan keluarga tinggal sudah rata dengan tanah. Tapi Komarudin sudah berada di Rumah Sakit Umum Pandeglang.
 
Begitu pula dengan Hanhan dan Wawan. Mereka mendapat perawatan karena luka.
 
"Sedangkan Ita meninggal tertimpa reruntuhan. Jasad rencananya dimakamkan di Cisurupan. Sekarang proses pemulangan," kata Empar.
 
Terjangan tsunami juga mengakibatkan nasib empat warga Kelurahan Pejuang, Kota Bekasi, tak diketahui. Mereka yaitu Masnadi, Sulaiman, Soleh, dan Nurhasan.
 
Mereka dikabarkan hilang setelah tsunami menerjang pada Sabtu malam, 22 Desember 2018. Mereka berangkat ke Anyer bersama puluhan warga lain. Mereka mendatangi Anyer untuk kegiatan pertemuan keluarga Partai Golkar tingkat kelurahan. 
 
M Soleh, pengurus Partai Golkar Kecamatan Medansatria, mengikuti kegiatan tersebut dan selamat. Soleh kini sudah kembali ke rumahnya.
 
Soleh bercerita tsunami menerjang saat empat orang itu memancing bersama satu warga setempat. Satu orang selamat sedangkan empat lainnya masih hilang.
 
"Enggak ada yang mengira akan terjadi musibah ombak besar tsunami, enggak ada tanda-tandanya," kata Soleh di Bekasi, Minggu, 24 Desember 2018.
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif