Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal. (P Aditya Prakasa)

Jurnalis Korban Penganiayaan Oknum Polisi Resmi Lapor Propam

may day hari buruh kekerasan terhadap wartawan
P Aditya Prakasa • 03 Mei 2019 19:06
Bandung: Seorang fotografer media Tempo Prima Mulia dan jurnalis freelance Iqbal Kusumadireza (Reza) resmi melapor ke Propam Polrestabes Bandung atas dugaan penganiayaan oleh oknum polisi saat hari buruh beberapa waktu lalu.
 
Tim Advokasi Jurnalis Independen (TAJI) Iqbal T. Lazuardi Siregar mengatakan, kedua jurnalis tersebut telah dimintai keterangan oleh penyidik Propam kemarin.
 
"TAJI menilai bahwa tindakan oknum aparat kepolisian yang melakukan tindakan kekerasan dan penghapusan foto-foto milik kedua jurnalis itu dikategorikan sebagai tindak pidana," kata Iqbal di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 3 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Iqbal menjelaskan, pihaknya menilai bahwa oknum aparat tersebut telah melanggar Pasal 351 ayat (1) dan (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan (sesuai ayat 1). Apabila mengakibatkan luka-luka berat dapat diancam pidana penjara paling lama lima tahun.
 
"Tindakan aparat kepolisian ini juga merupakan bentuk tindakan penghalang-halangan kerja jurnalistik sesuai Pasal 18 ayat 1 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dengan ancaman hukuman 2 tahun dan denda Rp500 juta," jelas Iqbal.
 
Iqbal menegaskan, atas insiden tersebut TAJI menyatakan sikap sebagai berikut: 
 
1. TAJI mendesak Polisi untuk tidak sekedar memproses dugaan pelanggaran etik. Tapi juga mengusut dugaan tindak pidana pers berupa penghalangan liputan dan penghilangan paksa karya liputan terhadap pelaku kekerasan terhadap Rezza dan Prima;
 
2. Mendesak Polisi untuk bekerja secara profesional dan transparan saat memproses laporan tersebut; 
 
3. Mendorong berbagai pihak khususnya aparat penegak hukum untuk menjaga dan menghormati kerja-kerja jurnalis sebagaimana dijamin dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers;
 
4. Mendorong perusahaan media untuk lebih memperhatikan keselamatan para jurnalisnya saat bekerja di lapangan;
 
5. Mendorong para jurnalis untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan saat bekerja di lapangan.
 
Kronologis kejadian
 
Berdasarkan siaran pers yang dikeluarkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandung, sekitar pukul 11.30 WIB, Reza dan Prima berkeliling Gedung Sate untuk memantau pergerakan massa buruh yang akan berkumpul di Gedung Sate.
 
Saat tiba di Jalan Singaperbangsa, sekitar Dipatiukur, Prima dan Reza melihat ada keributan antara polisi dan massa yang didominasi berbaju hitam.
 
Reza dan Prima mengaku melihat massa berbaju hitam tersebut dipukuli oleh polisi. Melihat kejadian tersebut, keduanya langsung mengabadikan menggunakan kamera.
 
Setelah pindah lokasi untuk mengabadikan gambar lain, Reza tiba-tiba dipiting oleh seorang polisi. Menurut Reza, anggota polisi tersebut menggunakan sepeda motor dengan nomor D 5001 TBS.
 
Saat dipiting, Reza dibentak dengan pertanyaan, "Dari mana kamu?" Reza langsung menjawab "wartawan." sambil menunjukan kartu identias. Lalu polisi tersebut malah mengambil kamera yang dipegang Reza sambil menginjak lutut dan tulang kering kaki kanannya berkali-kali.
 
"Sebelum kamera diambil juga udah ditendang-tendang. Saya memepertahankan kamera saya. Sambil bilang saya jurnalis," jelas Reza.
 
Setelah menguasai kamera Reza, polisi tersebut menghapus sejumlah gambar yang sudah diambil Reza.
 
Prima juga mengalami hal yang sama namun tidak mendapat kekerasan fisik. Prima mengaku disekap oleh tiga polisi hingga mendapat ancaman verbal.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif