2.227 TKA Bekerja di Kabupaten Bekasi
Ilustrasi paspor. Antara
Bekasi: Sebanyak 2.227 tenaga kerja asing (TKA) bekerja di wilayah Kabupaten Bekasi. Banyaknya kawasan industri yang ada di Kabupaten Bekasi jadi alasan.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Nyumarno mengungkapkan, angka tersebut berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi.

"Kita komisi IV biasa menerima data itu baru TKA yang satu tahun, karena kalau yang di atas satu tahun kan wajib memperpanjang IMTA (Izin Memperkerjakan Tenaga Asing) kan ada retribusi ke daerah," kata dia, Jumat, 27 April 2018.


Dari data yang ia dapat, TKA yang ada di Kabupaten Bekasi berasal dari sejumlah negara. Mulai dari Jepang, Taiwan, Cina, Malaysia, Korea Selatan, Philipina, India, Australia hingga Amerika Serikat.

Profesi mereka bermacam-macam. Mulai dari guru sekolah dasar (SD), juru masak ahli (chef), insinyur teknis,  insinyur listrik, komisaris sampai dengan presiden direktur.

Nyumarno memperkirakan masih ada TKA yang belum terdata. Apalagi, pihaknya sempat mendapati TKA berprofesi sebagai pekerja kasar.

Untuk TKA yang terdata diharuskan membayar retribusi Izin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA) sesuai dengan Perda Kabupaten Bekasi nomor 3 tahun 2013. Pendapatan Kabupaten Bekasi dari retribusi TKA di tahun 2017 cukup besar jumlahnya.

"Retribusi yang kita dapat sekitar Rp37 Milyar," ungkapnya.

Terpisah, Kasi Pengawasan Orang Asing pada Kantor Imigrasi Bekasi Rizky Yudha mengatakan, pihaknya sudah membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) Kabupaten Bekasi bersama instansi terkait. Pembentukan juga telah dilakukan sampai dengan tingkat kecamatan.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id