Kasus Rizieq di Polda Jabar Kurang Bukti
Rizieq Shihab. Foto: AFP/RAISAN AL FARISI
Bandung: Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) resmi menghentikan penyidikan kasus Rizieq Shihab terkait kasus dugaan penodaan pancasila. Kasus tersebut dihentikan karena tidak cukup bukti. 

Kabid Humas Polda Jabar AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko, membeberkan penyidik Ditreskrimum Polda Jabar sudah berusaha mengumpulkan bukti. Namun fakta yang dikumpulkan belum cukup kuat untuk meneruskan kasus Rizieq ke pengadilan. 

"Tapi karena tidak cukupnya bukti, kita sudah menghentikan penyidikannya. Penyidik sudah melakukan serangkaian penyidikan," ujar Truno saat dihubungi awak media, Jumat 4 Mei 2018.


Sayangnya, Truno enggan menjelaskan barang bukti yang kuat untuk melimpahkan kasus tersebut ke meja hijau. Akan tetapi, berdasarkan hasil penyidikan, pemimpin Front Pembela Islam (FPI) tersebut terbukti tidak bersalah.

"Itu kan belum cukup untuk seseorang dikatakan melakukan," lanjutnya.

Sementara itu, surat SP3 telah diterbitkan oleh penyidik Polda Jabar terkait kasus yang menimpa Rizieq. Bahkan SP3 tersebut telah dikeluarkan sejak Februari 2018 silam.

"Dengan dikeluarkannya SP3, secara mekanisme dihentikan ya sudah tidak ada penyidikan lagi," pungkasnya.

Rizieq disangkakan melanggar Pasal 154-A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Penistaan Simbol Negara dan Pasal 320 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik.
 
Kasus ini berawal dari laporan yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri ke Badan Reserse Kriminal Polri. Sukma melaporkan Rizieq atas tuduhan telah menghina Presiden pertama RI Sukarno dan menghina Pancasila. Tuduhan penghinaan tersebut berdasarkan video Rizieq saat ia berceramah di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, pada 2011.

Baca: Polisi Hentikan Kasus Rizieq Shihab



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id