Pemkab Cirebon Undang KPK Beri Pengarahan
Penjabat (Pj) Bupati Cirebon Dicky Saromi. Medcom.id/Ahmad Rofahan
Cirebon: Penjabat (Pj) Bupati Cirebon Dicky Saromi belum lama dilantik untuk menggantikan Sunjaya Purwadisastra yang ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dicky pun mengundang komisi antirasywah untuk memberi pengarahan.

Pengarahan tersebut ditujukan ke perangkat daerah di Kabupaten Cirebon. Terutama agar tak ada pejabat pemkab terlibat kasus korupsi.

"Kedatangan KPK atas permintaan kita, agar bisa memulai roda pemerintahan, tanpa mengulangi apa yang sudah terjadi," kata Dicky di Cirebon, Jumat 23 November 2018.


Dalam pertemuan hari ini, KPK membahas hal yang perlu dihindari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga pejabat pemerintahan. Beberapa di antaranya setoran dari bawahan ke atasan, uang kutipan, komitmen fee dan lainnya.

"Kita bekerja harus profesional dan melayani yang terbaik," tegas Dicky.

Ketua Tim Koordinasi Supervisi Pencegahan Korupsi KPK Wilayah Jabar, Tri Budi Rochmanto mengatakan, kegiatan ini merupakan pencegahan pascapenindakan di Kabupaten Cirebon. Pencegahan indikasi korupsi harus dijalankan terus menerus.

Tri meminta ASN di Kabupaten Cirebon untuk kompak. Ia meminta pejabat dan ASN di Kabupaten Cirebon bekerja dengan ikhlas untuk membangun daerah.
 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id