M. Sugih, orang tua JMH.  Medcom.id/Antonio
M. Sugih, orang tua JMH. Medcom.id/Antonio (Antonio)

Bocah Berkebutuhan Khusus Diduga Jadi Korban Kekerasan Guru

Kekerasan di Sekolah
Antonio • 13 Februari 2019 14:25
Bekasi: JMH,11, seorang siswa berkebutuhan khusus diduga menjadi korban kekerasan gurunya di salah satu sekolah swasta yang berada di Kota Bekasi, Jawa Barat. Hal tersebut membuat orang tuanya geram dan melapor ke pihak kepolisian.
 
Ayah JMH, M. Sugih, 45 pun melaporkan dugaan kekerasan terhadap anak ke Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor laporan LP/367/K/II/2019/SPKT/Restro Bekasi Kota.
 
Peristiwa tersebut disebutnya terjadi sekiar Kamis 7 Februari 2019 lalu. Saat pulang kerja,  ia melihat terdapat luka lebam di bagian tulang kering kaki sebelah kanan dan bekas cubitan di beberapa bagian tubuh anaknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya langsung menanyakan ke pihak sekolah dengan menghubungi salah satu guru dan wali kelas anaknya. "Mungkin ada masalah apa dengan anak saya,  mungkin anak saya berantem atau mungkin ada masalah apa di sekolah," kata dia saat ditemui dikediamannya, Selasa 12 Februari 2019.
 
Setelah itu, ia mencoba bertanya kepada anaknya. Namun, kata dia, JHM masih enggan menjawab. "Karena dia berkebutuhan khusus,  jadi saya harus pintar - pintar,  saya bawa motor, saya ajak keluar terus saya pulang lagi,  akhirnya ngomong yang menendang ini wali kelasnya," ujarnya.
 
"Salah apa? 'Enggak bawa buku matematika'," timpalnya menirukan dialog dia dengan anaknya.
 
Ia mengaku merekam pembicaraan tersebut. Supaya, nantinya bisa ditanyakan ke pihak sekolah. Mendengar pengakuan anaknya, dirinya kembali menghubungi pihak sekolah. Namun tidak direspons karena hari sudah malam.
 
Dia berkomunikasi dengan keluarganya terkait dengan hal itu. Hingga keesokan harinya, Jumat 8 Februari 2019, ia mendatangi sekolah bersama dengan salah satu anggota keluarganya untuk mengklarifikasi persoalan tersebut
 
"Saya akhirnya ditemani hari Jumat setelah Salat Jumat, saya enggak kerja khusus mengurus anak saya," tuturnya.
 
Saat bertemu, kata dia, pihak sekolah menyatakan bahwa tidak ada kejadian apa - apa pada hari sebelumnya. Hanya saja, berdasarkan keterangan pihak sekolah, anak - anak di kelas mengungkapkan bahwa wali kelas bersuara keras kepada JHM.
 
"Saya langsung kaget, habis itu saya tunjukkan rekaman yang pengakuan bahwa dia (anaknya) ditendang sama dicubit sama wali kelas. Dia (guru yang menerima) sempat kaget," ucapnya.
 
Selanjutnya ia meminta klarifikasi 1 x 24 jam dari pihak sekolah. Namun,  permintaan tersebut ditanggapi dengan surat undangan untuk hadir pada Senin 11 Februari 2019.
 
"Sesudah 1x24 jam tidak ada tanggapan, hanya undangan untuk pertemuan lagi hari senin, saya sudah enggak mau, saya lebih baik jalur hukum aja, dan memang malam itu saya lapor," tuturnya.
 
Sebelum melapor,  dirinya sempat membawa anaknya ke salah satu rumah sakit swasta di Kota Bekasi, Jawa Barat. Hasilnya, luka yang ada di bagian tulang kering kaki sebelah kanan anaknya tersebut disebabkan karena benturan benda tumpul.
 
"Saya sebenarnya secara hati saya sebenarnya yang penting hanya ingin ada informasi, klarifikasi dari sekolah, terus tanggung jawab apa sih, walaupun siapa, paling tidak ada permohonan maaf dari sekolah lah secara resmi," kata Sugih.
 
"Tapi karena ini dianggap masalahnya biasa-biasa aja, terus anak saya juga sudah sering gitu, mungkin buat pelajaran juga buat guru yang terduga ini," tandasnya.
 
Medcom.id berusaha mengkonfirmasi kejadian ini ke pihak sekolah. Namun, mereka menolak memberi komentar.
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif