Pemuda Dibacok Buntut Saling Ejek

Octavianus Dwi Sutrisno 06 November 2018 16:04 WIB
pembunuhankekerasan
Pemuda Dibacok Buntut Saling Ejek
Enam pelaku pengeroyokan yang menewaskan Andika Saputra. Medcom.id/Octavnianus Dwi Sutrisno
Depok: Enam pemuda tanggung diringkus karena terlibat dalam aksi pembacokan yang menewaskan Andika Saputra, 20. Polresta Cimanggis Kota Depok, Jawa Barat, menangkap keenam pelaku di kediaman masing-masing pada 23 Oktober 2018.

Kasatreskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan menyebut keenam pelaku yang ditangkap yakni NW, 17, MS, 15, AP, 16, MF, 16, KF, 16, dan SH, 17. Deddy menyebut insiden pembacokan tersebut terjadi karena ada saling ejek antar kelompok pelaku dan Andika,

Kejadian bermula ketika rombongan korban bersama 24 temannya berangkat menggunakan motor ke arah Mall Depok, pada Minggu dini hari, 21 Oktober 2018. Mereka berpapasan dengan kelompok pelaku di tengah perjalanan.


Beberapa rekan korban terlibat saling ejek dengan kelompok pelaku dan berujung bentrok. "Pelaku ternyata sudah mempersiapkan diri, dengan senjata tajam seperti celurit dan pipa besi," kata Deddy usai gelar perkara  kasus tersebut di Mapolresta Depok, Selasa, 6 November 2018.

Rekan-rekan korban yang melihat pelaku membawa senjata tajam berusaha melarikan diri. Korban yang memiliki riwayat kecelakaan di bagian kaki tak bisa menghindari serangan para pelaku.

Andika akhirnya meregang nyawa setelah dibacok di bagian punggung dan perutnya.

"Para pelaku ini, mengaku ada yang memukul, mengayunkan celurit dan pipa hingga menewaskan korban," paparnya.

Petugas mengetahui insiden tersebut dari warga di sekitar lokasi kejadian. Polisi langsung mengolah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengautopsi jenazah korban.

"Setelah itu petugas mengumpulkan sejumlah saksi lalu bergerak melakukan penangkapan terhadap keenam pelaku tersebut," tandasnya.

KF hanya bisa tertunduk di balik tutup kepala hitam yang dikenakannya. Remaja yang masih berusia 16 tahun ini mengaku hanya ikut-ikutan mengaiaya korban.

"Dia (Andika) dan teman-temannya duluan pak deketin kita yang sedang nongkrong. Lalu mengejek kita, teman saya semuanya langsung nyamperin mereka," paparnya.

NW mengaku tidak berniat membunuh korban. Dirinya hanya membela diri karena rekan-rekan korban saat itu banyak.

"Mereka datang banyakan, kalau saya enggak melawan, mungkin saya yang akan dibunuh," paparnya.

 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id