Sidang gugatan perbuatan melawan hukum kasus First Travel. Medcom.id/Octavianus Dwi Sustrisno
Sidang gugatan perbuatan melawan hukum kasus First Travel. Medcom.id/Octavianus Dwi Sustrisno (Octavianus Dwi Sutrisno)

Korban First Travel Kecewa Sidang Andika Cs Ditunda

kemelut first travel
Octavianus Dwi Sutrisno • 20 Maret 2019 14:33
Depok: Sidang gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) yang diajukan korban First Travel terhadap terdakwa Andika Surachman, Annisa Hasibuan, dan Siti Nuraida alias Kiki batal digelar. Sidang rencananya berlangsung hari ini, Rabu, 20 Maret 2019.
 
Sekitar pukul 12.00 WIB, Ketua Majelis Hakim Soebandi menyebutkan sidang gugatan diundur dan akan dilanjutkan Rabu, 27 Maret 2019. "Saya minta kepada pihak kejaksaan agar melengkapi berkas perkara gugatan ini," ucap Soebandi di Ruangan Sidang, Pengadilan Negeri Kota Depok.
 
Menurutnya, terdakwa belum bisa dihadirkan dalam persidangan kali ini. Dia berjanji akan menghadirkan ketiga Bos First Travel tersebut pada sidang selanjutnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tergugat nanti akan kami hadirkan, sebetulnya hari ini juga sudah kami panggil namun belum bisa datang," bebernya.
 
Kuasa hukum Jemaah First Travel Rizqie Rahmadiansyah memohon ke majelis hakim agar tiga terdakwa dihadirkan. Pihaknya sempat bertanya ke Kejaksaan Negeri Kota Depok, namun belum mendapatkan jawaban pasti.
 
"Belum ada keputusannya, oleh sebab itu saya meminta bantuannya untuk mengurus hal ini yang mulia," tandasnya.
 
Korban First Travel Kecewa Sidang Andika Cs Ditunda
Pengunjung sidang gugatan perbuatan melawan hukum perkara First Travel kecewa. Medcom.id/
 
Diundurnya sidang membuat seluruh calon jemaah umrah yang hadir protes. Mereka kecewa karena sudah datang ke Gedung Pengadilan Negeri Depok sejak pagi.
 
"Huuuu, kami datang dari pagi tadi pak kecewa ini," teriak salah satu perempuan yang duduk di dalam ruangan sidang.
 
Ribuan pengguna jasa First Travel mendaftarkan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap tiga terdakwa Bos First Travel pada 4 Maret 2019 lalu. Calon jemaah umrah menilai banyak kejanggalan yang terjadi pasca putusan pengadilan terhadap ketiga terdakwa.
 
Kuasa Hukum Jamaah Rizqie Rahadian menuturkan tujuan mendaftarkan gugatan perbuatan melawan hukum ini, dasarnya adalah putusan Kasasi nomor 3095 dan 3096, di mana dalam kasasi tersebut diketahui bahwa seluruh aset terdakwa dirampas negara.
 
Dalam perintah KUHAP, kata dia, barang yang sudah dirampas negara masuk kas negara. Uang penjualan barang sitaan juga masuk ke kas negara.
 
"Kan ini makin aneh, korbannya rakyat, yang ngumpulin uang rakyat, tapi masuk ke kas negara. posisinya negara merugikan jemaah," timpalnya.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif