JPU Bersikukuh Dengan Tuntutan Enam Terdakwa Pembakar Zoya

Antonio 17 April 2018 21:44 WIB
kekerasan
JPU Bersikukuh Dengan Tuntutan Enam Terdakwa Pembakar Zoya
Sidang pembacaaan pembelaan (pledoi) terdakwa pengeroyokan Muhammad Al Zahra alias Zoya, 30, hingga tewas. Foto: Medcom.id/Antonio
Bekasi: Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Cikarang mempertahankan tuntutan ke pengeroyok Muhammad Al Zahra alias Zoya, 30, hingga tewas. JPU bersikukuh menuntut enam terdakwa pidana 10-12 tahun penjara.

Sikap JPU ini disampaikan saat agenda sidang pembacaaan pembelaan (pledoi) terdakwa. Disinggung terkait dengan peran salah satu terdakwa yang hanya menendang, JPU berpendapat pasal yang didakwakan ialah Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan.

"Pasal 170 itu adalah tindak pidana yang dilakukan bersama-sama. Pertanggungjawabannya kolektif, karena perbuatannya adalah perbuatan kolektif,” kata JPU Kejari Cikarang, Muhamad Ibnu Fajar, usai menjalani sidang, Selasa, 17 April 2018.


(Baca: Terdakwa Pembakar Zoya Dituntut Maksimal Karena Berbelit)

Dalam melakukan pengeroyokan, menurut dia, masing–masing terdakwa memiliki motif yang sama, yaitu geram akibat perbuatan zoya. Masing-masing terdakwa kemudian melakukan kekerasan atas dasar pemahaman tersebut.

Ia mengaku sudah berupaya maksimal untuk membuktikan bahwa ini merupakan tindakan melanggar Pasal 170 tentang Pengeroyokan. Ia berharap supaya majelis hakim memberi putusan yang adil.

"Tidak hanya bagi terdakwa tapi juga bagi korban. Ini adalah pembelajaran bagi kita semua bahwa dalam negara hukum tindakan main hakim sendiri merupakan tindakan yang dilarang," kata dia.



(SUR)