Ganjil Genap di GT Tambun Mulai Disosialisasikan
Sosialisasi ganjil genap untuk GT Tambun dilakukan lewat spanduk dan kendaraan Variable Massage Sign (VMS). Medcom.id/Antonio
Bekasi: Jasa Marga bersama Kementerian Perhubungan menyosialisasikan penerapan sistem ganjil genap di Gerbang Tol (GT) Tambun, Kabupaten Bekasi , Jawa Barat, Kamis, 15 November 2018. Ganjil genap rencananya akan berlaku dua atau tiga minggu ke depan.

Sosialisasi ganjil genap untuk GT Tambun dilakukan lewat spanduk dan kendaraan Variable Massage Sign (VMS). Pemberlakuan ganjil genap di GT Tambun untuk mengurangi volume kendaraan di dalam Tol Jakarta–Cikampek (Japek).

General Manager Jasa Marga Cabang Jakarta Cikampek, Raddy R. Lukman mengatakan sejumlah proyek di ruas Tol Japek menyebabkan kepadatan kendaraan. Proyek yang tengah dikerjakan yakni Jakarta Elevated II, Light Rapid Transit (LRT) dan Kereta Cepat Jakarta Bandung.


"Dengan semakin padatnya aktivitas proyek juga, lalu lintas juga padat, ini (ganjil genap) lebih kepada untuk mengatasi kemacetan," kata Ruddy, Kamis, 15 November 2018.

Sebelumnya ganjil genap juga diberlakukan di GT Bekasi Barat dan Bekasi Timur.  Pemberlakukan tersebut dapat mengurangi kepadatan kendaraan sampai dengan 33 persen.

Selain itu, data yang dimiliki pihaknya menunjukkan pengguna kendaraan yang tidak bisa masuk ke Tol Japek melalui GT Bekasi Timur cenderung melintas di GT Tambun. Sehingga, pemberlakuan sistem ganjil genap yang telah berjalan dinilai kurang efektif.

"Pengguna jalan diharapkan memang bisa berpindah moda atau berpindah waktu. Sehingga, jam padatnya di ruas Cawang Bekasi jadi berkurang," kata Raddy.

Pemberlakuan sistem ganjil genap di GT Tambun sudah tertera di dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 tahun 2018. Lima GT yang rencananya akan diberlakukan kebijakan itu.

Lima gerbang tersebut yakni GT Pondok Gede Barat, Pondok Gede Timur, Bekasi Timur, Bekasi Barat dan Tambun. Sosialisasi tersebut akan dilakukan selama dua minggu ke depan.

Pihaknya masih menunggu keputusan pemberlakuan sistem tersebut dari pihak–pihak terkait. "Mengenai waktunya kita belum bisa definisikan. Kami menunggu, Jasa Marga sifatnya hanya mendukung saja," tuturnya.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id