Fenomena Tanah Bergerak di Bogor Sudah Dipetakan
Ilustrasi. (Foto: MI/Panca Syurkani)
Jakarta: Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bogor, Jawa Barat, selama tiga hari terakhir memunculkan fenomena tanah bergerak. Terparah, pergerakan tanah terjadi di kampung Babakan Madang hingga menimbulkan sedikitnya 26 rumah retak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sumardi mengatakan ada dua sebab terjadinya tanah tanah bergerak. Faktor alam dan manusia.

"Faktor manusia bisa karena bangunan atau penebangan pohon. Kalau faktor alam kita memang punya zonasi beberapa wilayah di Kabupaten Bogor memang rawan pergerakan tanah. Salah satunya Kecamatan Babakan Madang," ujarnya melalui sambungan telepon dalam Metro Siang, Rabu, 24 Oktober 2018.


Sumardi mengakui fenomena tanah bergerak kerap terjadi di wilayah Bogor. Namun pihaknya memastikan potensi bencana seperti pergeseran tanah, puting beliung, bahkan longsor sudah dipetakan. 

Saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan lembaga lintas sektoral termasuk dengan Badan Vulkanologi, Mitigasi Bencana, dan Geologi untuk meminta rekomendasi terkait wilayah rawan bencana.

"BPBD nantinya akan melakukan asesmen dan meminta rekomendasi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) juga untuk menentukan apakah tanahnya masih layak huni atau masyarakat di sana harus direlokasi," kata dia. 





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id