Warga menyaksikan lubang raksasa di area persawahan di Desa Sukamaju, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Antara/Aditya Aulia
Warga menyaksikan lubang raksasa di area persawahan di Desa Sukamaju, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Antara/Aditya Aulia (Antara)

Lubang Tanah di Sukabumi Membesar

tanah ambles
Antara • 29 April 2019 08:33
Sukabumi: Lubang berukuran raksasa yang muncul tiba-tiba di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu, 28 April 2019. Lubang tersebut semakin meluas karena dinding tanah terus longsor.
 
"Awalnya diameternya hanya 16 meter, sekarang sudah sekitar 30 meter karena terus terjadi longsor pada dinding lubang itu," kata Ketua RW 02 Deni Rahayu Hamzah di Sukabumi, Minggu, 28 April 2019.
 
Lubang yang berada di RT 05, RW 02, Kampung Legoknyenang, Desa Sukamaju tersebut diberi garis polisi agar warga tidak mendekat. Getaran masih terasa sehingga warga khawatir lubang itu meluas hingga ke permukiman dan memutus jalan penghubung yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari lubang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Timbulnya lubang tersebut membuat aliran listrik padam. Sekitar 80 kepala keluarga saat ini tidak bisa menikmati listrik karena tiang ikut amblas dan mengakibatkan beberapa kabel terputus.
 
Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Geologi Jabar untuk melakukan penelitian terkait keberadaan lubang besar itu.
 
"Tidak menutup kemungkinan luasnya akan membesar apalagi curah hujan cukup tinggi. Kami mengimbau kepada warga untuk selalu waspada apabila mendengar suara gemuruh dari lokasi untuk pergi menjauh," katanya menambahkan.
 
Camat Kadudampit Jenal Abidin mengatakan penyebab munculnya lubang tersebut belum diketahui karena pihaknya masih menunggu hasil penelitian dari Tim Geologi Jabar. Namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala desa setempat dan masyarakat agar selalu siaga dan waspada serta atur piket siang hari dan ronda malam agar 1x24 jam selalu terpantau.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif