KTP-el Tercecer, Mendagri Mengaku Salah
Petugas menggunting KTP-el yang rusak. (Medcom.id/Rizky Dewantara)
Bogor: Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku salah, terkait insiden tercecernya kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) di Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu, 26 Mei 2018, pekan lalu.

"Soal barang jatuh (KTP-el) saya salah dan saya bertanggung jawab. Saya jamin tidak ada satu barang pun yang akan digunakan untuk kepentingan Pilkada," ujar Mendagri Tjahjo Kumolo, saat meninjau gudang di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri di Kecamatan Salabenda, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,  Rabu 30 Mei 2018.

Tjahjo mengatakan, seluruh staf Kemendagri khususnya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mempertaruhkan jabatannya untuk menjaga Pemilu Serentak lancar dan bermartabat.


"Kami tidak main-main apalagi dimanfaatkan kepentingan perorangan atau kelompok. Jadi tidak mungkin kami akan menyalahgunakan terkait dengan data Pemilu," bebernya.

Pihaknya juga menjamin, seluruh KTP-el rusak yang ada di gudang saat ini sudah digunting.

"KTP-el ini 8 tahun sudah ada di sini, mulai dari tahun 2011, karena pengadaan sudah ada 2010 sampai 2011. Jadi yang rusak-rusak salah ketik salah nomor, dan salah alamat disimpan di sini," tuntasnya. 



(LDS)