Disdik Bandung Akomodir Siswa yang Tak Diterima Sekolah Negeri
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Mia Rumiasari. Medcom.id/Roni Kurniawan
Bandung: Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Mia Rumiasari mengaku kebanjiran aduan dari wali murid yang hendak masuk ke SMP dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019.

Bahkan menjelang hari terakhir PPDB, ratusan wali murid geruduk kantor Disdik Bandung yang mengeluh dengan sistem zonasi.

"Ini akan menjadi bahan untuk kami. Tentunya kami akan verifikasi dan validasi, tentunya karena PPDB sudah ditutup. Maka tidak lanjutnya akan lihat sejauh mana permasalahannya per kasus," ujar Mia di kantor Disdik Kota Bandung, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Kamis, 12 Juli 2018.


Mia mengatakan, pihaknya akan mengakomodir calon siswa yang tidak diterima masuk ke sekolah negeri. Pasalnya Disdik Kota Bandung telah bekerja sama dengan sekolah swasta untuk bisa menerima calon siswa yang gagal masuk ke negeri.

"Insyaallah kita akan akomodir, tapi tuntutan semua masuk ke negeri tidak mungkin karena aturannya sudah sangat jelas kalau di negeri kan sudah selesai. Kita akan coba nanti kerja sama dengan sekolah swasta," ungkapnya.

Bentuk kerja sama dengan sekolah swasta, lanjut Mia, salah satunya mengenai pembiayaan. Pasalnya Disdik Kota Bandung banyak menerima laporan dari wali murid yang dimintai uang terlebih dahulu saat mendaftar.

"Tentunya kaitan dengan sekolah-sekolah ketika masuk ke swasta belum apa-apa sudah diminta biaya. Kami akan kerja sama," tuturnya.

Bahkan Disdik Kota Bandung telah menurunkan tim ke setiap sekolah swasta untuk mengawasi proses penerimaan siswa baru. Hal itu guna meminimalisir pembayaran biaya dari awal saat pendaftaran.

"Kita hari ini sudah menurunkan tim untuk mengawal dan mendampingi peserta didik yang katanya kalau ke swasta sudah diminta biaya," pungkasnya.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id