Anggota Mapolsekta Beji menangkap PAN, begal yang masih berusia 15 tahun yang kerap beraksi di wilayah Kota Depok dan sekitarnya, Jumat, 8 Maret 2019. Medcom.id/ Octavianus Dwisutrisno.
Anggota Mapolsekta Beji menangkap PAN, begal yang masih berusia 15 tahun yang kerap beraksi di wilayah Kota Depok dan sekitarnya, Jumat, 8 Maret 2019. Medcom.id/ Octavianus Dwisutrisno. (Octavianus Dwi Sutrisno)

Remaja 'Macan' Begal di Depok Akhirnya Ditangkap

begal
Octavianus Dwi Sutrisno • 08 Maret 2019 17:39
Depok: Berakhir sudah kisah buas PAN, remaja pembegal yang acap beraksi di Kota Depok, Jawa Barat, dan sekitarnya. PAN ditangkap tak lama setelah beraksi untuk yang kesembilan, di Jalan Saidan Kelurahan Tanah Baru, Beji, Kota Depok, 5 Maret 2019, sekitar pukul 02.30 WIB.
 
PAN, meski belum genap 16 tahun, terkenal ganas. Dia tak segan melukai setiap korban yang melawan, termasuk korban terakhirnya, Suparman. Lengan Suparman terluka parah setelah dibacok oleh PAN.
 
"Dia (Suparman-Red.) melawan, akhirnya saya bacok," kata PAN di Mapolsek Beji, Jumat, 8 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PAN mengaku jarang bekerja sendiri. Saat mengincar Suparman, PAN ditemani FAR, 15. PAN dan FAR sama-sama anggota gengster Rawamaya Beji Rasta (RBR).
 
Anggota RBR kerap mengincar handphone milik korban. Duit hasil kejahatan biasanya mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Menurut PAN, handphone hasil jarahan dijual kepada orang tak dikenal.
 
"Paling tinggi (laku) Rp1 juta. Uangnya dibagi dua sama teman," tutur PAN.
 
Kapolsekta Beji Kompol Yenny Sihombing menuturkan, PAN bukan begal kemarin sore. Mental PAN tergolong kuat. "Dia sudah sembilan kali beraksi."
 
Yenny mengatakan, wilayah operasi PAN meliputi wilayah Beji, Sawangan, Limo, dan seputaran Kota Depok. PAN dan kawan-kawan bergerak malam hingga dini hari. Mereka juga selalu mempersenjatai diri dengan senjata tajam.
 
Yenny menegaskan, kedua pelaku merupakan anak putus sekolah dan tidak memiliki pekerjaan. Ditambah lagi latar belakang keluarga broken home, mendorong mereka melakukan aksi kejahatan.
 
"PAN hidup di jalan dan terbiasa dengan kehidupan keras, sedangkan FAR berdasarkan pengakuannya baru satu kali melakukan perbuatan ini, dia hanya ikut-ikutan saja," ungkap Yenny.
 
Hingga saat ini, kedua pelaku telah mendekam dibalik jeruji besi Mapolsekta Beji, atas perbuatannya para remaja tanggung ini diganjar pasal 365 atas pencurian dan kekerasan dengan hukuman penjara kurang lebih lima tahun.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif