Terduga Teroris yang Ditembak di Bekasi Kurang Bergaul
ilustrasi-medcom.id
Tasikmalaya: Satu terduga teroris yang tewas ditembak di Bekasi, Jawa Barat, RA adalah warga Tasikmalaya, Jawa Barat. RA diketahui berprofesi sebagai pedagang makanan keliling. 

Seorang tetangga RA, Wahyudin, 32, mengungkap keseharian RA sangat tertutup. RA tinggal bersama di kontrakkan kakanya, E, di Jalan  Cilembang, RT 04 RW 12, Kelurahan Cihideung, Linggajaya Kecamatana Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. 

"Kegiatan keseharian yakni berjualan makanan dan jajanan anak," kata Wahyudin, Sabtu 12 Mei 2018.


Wahyudin menuturkan, meskipun berkepribadian baik. RA jarang bergaul dengan tetangga, hanya sebatas saling sapa jika hendak berangkat berjualan. RA kerap pulang malam. 

"Selama ini tidak ada yang aneh saat terakhir terlihat, baik dari raut wajah maupun gerak-geriknya. Karena saat bertemu dengan masyarakat selalu menyapa seperti biasa tapi tidak ada percakapan panjang lebar," tuturnya. 

Baca: Saksi Mendengar Tembakan Usai Penangkapan Teroris Tambun

Selain RA. Polisi juga menembak terduga teroris JG dalam penangkapan itu. JG kini masih dirawat di RS Bhayangkara. 

Ketua RW 08, Ajang Abdulloh, mengatakan, JG selama ini mengontrak rumah milik Tomo di Kampung Bantar Gedang, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, bersama anak dan istrinya. 

"Kurang lebih satu tahun ini. Setiap hari berjualan jajanan anak, dorayaki," ungkapnya. 

Ajang mengungkap, indentitas yang diberikan JG berasal dari Kabupaten Garut. JG menurut Ajang, kurang bergaul dengan warga. JG kerap diajak mengaji, tapi tidak pernah datang. 

"Dia sering beraktivitas di luar kontrakan terutama setiap pulang tengah malam, dan sekali-sekali ada tamu yang datang ke kontrakannya," katanya.

Sementara itu, pemilik kontrakan Tomo mengaku sejak JG pertama datang hanya meminta izin untuk mengontrak. Dia hanya menyarankan JG untuk melapor ke RT/RW agar bisa dicatat sebagai warga pendatang yang mengontrak. 

"Saya tidak tahu persis apa kegiatan sehari-harinya dan setiap hari yang pernah dilihat hanya berjualan jajanan anak secara berkeliling ke perkampungan," paparnya.

Baca: Pisau untuk Menusuk Intel Brimob Diduga Mengandung Racun



(LDS)