Bahar bin Smith menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Gedung Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis, 23 Mei 2019. Medcom.id/ P. Aditya Prakasa.
Bahar bin Smith menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Gedung Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis, 23 Mei 2019. Medcom.id/ P. Aditya Prakasa. (P Aditya Prakasa)

Bahar bin Smith Tak Menampik Telah Memukul

penganiayaan anak
P Aditya Prakasa • 23 Mei 2019 20:56
Bandung: Terdakwa tindak pidana penganiayaan Bahar bin Smith mengakui jika dirinya telah melakukan pemukulan terhadap Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki. Pengakuannya itu diungkapkan saat agenda sidang pemeriksaan terdakwa oleh Pengadilan Negeri Bandung, Kamis, 23 Mei 2019.
 
Bahar mengaku awal awal pertemuanya dengan Cahya dan orang tuanya hanya untuk mengonfirmasi kejadian di Bali.
 
"Yang saya permasalahkan adalah karena dia tidak mengaku kepada saya, mengenai ketika di Bali dia mengaku-ngaku istri saya (Bahar) adalah istrinya (Cahya), dan adik perempuan saya adalah adik dia," kata Bahar di hadapan Ketua Majelis Hakim Edison.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Hakim Tolak Eksepsi Bahar bin Smith
 
Bahar mengaku selanjutnya membawa Cahya ke sebuah lapangan kemudian menantang berkelahi. Saat Cahya diperintahkan memasang posisi kuda-kuda, Bahar kemudian melakukan pemukulan.
 
"Kalau dia (Cahya) mengaku dengan semua perbuatannya, Demi Allah saya tidak akan melakukan apa-apa kepada dia. Tapi selama saya memukul, dia hanya diam tidak berbicara dan tidak minta ampun," jelas Bahar.
 
Usai berurusan dengan Cahya, tak lama kemudian Zaki pun datang ke pondok pesantren milik Bahar. Namun, Bahar mengaku tak mengetahui siapa yang membawa Zaki.
 
"Kemudian saya suruh duduk mereka berdua (Zaki dan Cahya), lalu saya tanya mereka. Tapi mereka malah saling menyalahkan, jadi akhirnya saya suruh mereka untuk berkelahi. Setelah itu saya kembali memukul mereka, dan saya berhenti waktu Zaki minta ampun," ungkap Bahar.
 
Mengenai kekerasan yang kembali dilakukan oleh murid-muridnya, Bahar mengaku tidak mengetahui. Namun dia telah mengeluarkan murid-muridnya dari pondok pesantren yang terlibat melakukan kekerasan terhadap Zaki dan Cahya.
 
"Saya hanya memerintahkan untuk kepalanya digunduli bukan dipukuli lagi. Saya juga sudah mengeluarkan lima orang murid saya dari pondok karena itu," ucap Bahar.
 
Bahar mengakui penganiayaan terhadap Cahya dan Zaki. Bahkan, dia menyatakan pemukulan yang direkam dan videonya menjadi viral hanya dilakukan olehnya sendiri tanpa melibatkan dua terdakwa lainnya yaitu, Basith dan Agil.
 
"Atas penganiayaan dan pemukulan, iya saya menyesal. Insya Allah dari hati," pungkas Bahar.
 
Bahar bin Smith didakwa menganiaya dua remaja yang merupakan muridnya. Bahar diduga menganiaya keduannya di Pondok Pesantren (Ponpes) miliknya, di Tajul Alawiyyin, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 
 
"(Bahar menganiaya) dengan menggunakan tangan kosong yang dikepalkan, ditendang dengan kaki, dengan lutut pada tubuh bagian kepala, rahang, dan mata secara berkali-kali," kata Jaksa Purwanto Joko Irianto di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Kamis, 28 Februari 2019.
 
Atas perbuatannya, Bahar dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 333 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 170 ayat (2) ke-2, Pasal 351 ayat (2), dan Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif