Mantan Bupati Bandung Barat Dituntut Delapan Tahun Penjara
Bupati Bandung Barat Abu Bakar (baju putih) tiba di Gedung KPK, Rabu (11/4) malam. Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul
Bandung: Mantan Bupati Kabupaten Bandung Barat Abubakar dituntut delapan tahun penjara dan denda sebesar Rp400 juta. Jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi menilai Abu Bakar terbukti bersalah menerima sejumlah uang untuk membiayai kampanye sang istri, Elin Suharliah, sebagai calon Bupati Bandung Barat periode 2018-2023.

"Abubakar terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," ujar salah satu jaksa, Budi Nugraha, saat membacakan tuntutannya, di Pengadilan Negeri Bandung, Senin, 5 November 2018.

Jaksa juga menuntut Abubakar untuk membayar uang pengganti sebesar Rp601 juta. Apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti dalam waktu satu bulan setelah putusan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa. 


"Seluruh harta benda dilelang untuk mencukupi uang pengganti tersebut. Apabila harta bendanya tidak mencukupi maka dijatuhi pidana penjara enam bulan," kata dia.

Baca: Bupati Bandung Barat Palak SKPD untuk Kampanye Istri

Jaksa juga menuntut pencabutan hak untuk memilih dan dipilih selama tiga tahun sejak keputusan dinyatakan inkracht atau berkekuatan hukum tetap. 

Tuntutan bukan hanya ditujukan kepada Abubakar, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati, dan Kepala Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung Barat Adityo, dituntut hukuman penjara masing-masing selama tujuh dan enam tahun serta denda Rp200 juta.

Usai membacakan tuntutan, sidang dengan agenda pembelaan atau pledoi ditunda hingga tiga minggu ke depan. Penundaan ini berdasarkan permintaan kuasa hukum Abubakar serta majelis hakim.

"Persidangan ditunda hingga Senin 26 November untuk pembacaan pledoi," kata hakim Fuad Muhammadi.

Baca: Bupati Bandung Barat Sempat Minta tak Ditangkap KPK

Usai mendengar tuntutan tersebut, Abubakar yang akan keluar ruangan tidak memberikan banyak keterangan. "Nanti akan dikoordinasikan dulu," katanya.

KPK pada Rabu 11 April mengumumkan Abu Bakar bersama tiga orang lainnya sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap kepada Bupati Bandung Barat periode 2013-2018. Diduga sebagai penerima, yakni Bupati Bandung Barat Abu Bakar, Kepala Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati, dan
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung Barat Adityo.

Sedangkan diduga sebagai pemberi yaitu Kepala Badan Kepegawaian Daerah
Kabupaten Bandung Barat Asep Hikayat. Diduga, Bupati Bandung Barat meminta uang ke sejumlah kepala dinas untuk kepentingan pencalonan istrinya Elin Suharliah sebagai Bupati Bandung Barat 2018-2023.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id