Suasana Dialog Lintas Agama Indonesia-Australia di Hotel Pavilijoen, Kota Bandung, Rabu 13 Maret 2019. Medcom.id/Roni Kurniawan
Suasana Dialog Lintas Agama Indonesia-Australia di Hotel Pavilijoen, Kota Bandung, Rabu 13 Maret 2019. Medcom.id/Roni Kurniawan (Roni Kurniawan)

Indonesia-Australia Gelar Dialog Lintas Agama

Dialog Antar Agama
Roni Kurniawan • 13 Maret 2019 13:31
Bandung: Kota Bandung menjadi tuan rumah acara khusus Dialog Lintas Agama Indonesia-Australia. Dialog itu mempertemukan orang-orang penting dari kedua negara guna membahas isu toleransi antar umat beragama.
 
Dialog  tersebut digelar di Hotel Pavilijoen, Rabu 13 Maret 2019. Hadir di antaranya Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Cecep Herawan dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan. Perwakilan dari beberapa tokoh agama datang untuk berbagi cerita mengenai toleransi antar umat beragama di Indonesia.
 
Menurut Cecep, dialog tersebut dilakukan pertama kalinya digelar secara bilateral antara Indonesia-Australia. Selama ini dialog isu tersebut dilakukan dengan beberapa negara baik di Asia maupun Eropa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini untuk pertama kalinya secara bilateral antara Indonesia dan Australia. Dialog ini terbentuk sebagai tindak lanjut kunjungan Pak Jokowi ke Australia dan kunjungan perdana menteri Australia Scot Morison ke Indonesia pada Agustus lalu," ujar Cecep.
 
Dialog tersebut tidak bermaksud untuk menonjolkan kelebihan Indonesia yang toleransi antar umat beragama. Namun, bisa menemukan berbagai kesamaan antara Indonesia dengan Australia guna menciptakan masyarakat hidup toleran dan harmonis.
 
Indonesia memiliki tantangan yang cukup berat untuk masa depan mengenai toleransi. Pasalnya isu tersebut kerap muncul terutama di tahun politik saat ini yang dijadikan senjata untuk meraup dukungan.
 
"Sebetulnya pesan yang ingin sampai kan tidak hanya keluar, tapi ke dalam diri kita sendiri kita belajar ke negara lain tanpa sikap toleransi tidak akan ada pembangunan dan masa depan untuk negara," pungkasnya.
 
Dialog tersebut akan berlangsung selama dua hari dan digelar dengan konsep kuliah umum serta pemutaran film bertema umum toleransi pada Kamis 14 Maret 2019. Bahkan peserta dialog pun akan melakukan kunjungan ke dua lokasi di Bandung yaitu Gang Ruhana (Desa Toleransi) dan Masjid Lautze yang jadi contoh nyata manisnya toleransi di Bandung.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif