Suasana persidangan Bahar bim Smith di gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Kamis, 14 Maret 2019. Medcom.id/ Roni Kurniawan.
Suasana persidangan Bahar bim Smith di gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Kamis, 14 Maret 2019. Medcom.id/ Roni Kurniawan. (Roni Kurniawan)

Putusan Eksepsi Bahar bin Smith Ditentukan Pekan Depan

penganiayaan anak kekerasan anak
Roni Kurniawan • 14 Maret 2019 12:34
Bandung: Hakim Ketua Edison Muhamad menunda putusan nota keberatan atau eksepsi terdakwa Bahar Bin Smith atas kasus dugaan penganiayaan dua remaja MHU (17) dan CAJ (18). Putusan nota keberatan akan disampaikan pada sidanga lanjutan pekan depan.
 
"Majelis akan musyawarah hingga satu minggu kedepan," kata Edison sebelum menutup sidang di gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Kamis, 14 Maret 2019.
 
Edison menjelaskan, majelis hakim akan mempelajari nota keberatan atau eksepsi dari penasehat hukum Bahar bin Smith terlebihdaulu. Edison pun memastikan sidang akan dilanjutkan pada 21 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Putusan sela ditunda, nanti akan dilakukan pada 21 Maret nanti, tempatnya masih di sini," beber Edison.
 
Edison menuturkan akan mengungkap seluruh eksepsi dan memberi keputusan guna memastikan sidang tersebut dilanjutkan dengan menghadirkan para saksi atau tidak. "Kita akan ungkap minggu yang akan datang," pungkas Edison.
 
Sementara setelah sidang berakhir, Bahar bin Smith terlihat menebar ancaman terhadap pemerintah atau Presiden Joko Widodo. Bahar melontarkan ucapan ketika hendak keluar dari ruang sidang saat diminta tanggapan oleh sejumlah media.
 
Bahar merasa tidak mendapat keadilan atas kasus yang tengah dihadapinya. Bahkan ia meloncarkan ucapan ancaman terhadap Jokowi dengan lantang.
 
"Ketidak adilan hukum dari Jokowi, tunggu saya akan dia rasakan. Serahkan saja. Tunggu saya keluar" ungkap Bahar.
 
Bahar didakwa melakukan penganiayaan terhadap dua remaja bernama Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi. Dakwaan jaksa telah menguraikan detail aksi penganiayaan yang dilakukan Bahar. 
 
Dalam dakwaan, Bahar dijerat pasal berlapis yakni Pasal 333 ayat 1 dan/atau Pasal 170 ayat 2 dan/atau Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 KUHP. Jaksa juga mendakwa Habib Bahar dengan Pasal 80 ayat (2) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi