Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono jumpa pers di Polres Metro Tangerang Kota. Medcom.id/Hendrik Simorangkir
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono jumpa pers di Polres Metro Tangerang Kota. Medcom.id/Hendrik Simorangkir (Hendrik Simorangkir)

Tawuran Maut di Tangerang Dirancang Seorang Perempuan

tawuran
Hendrik Simorangkir • 11 Juni 2019 09:55
Tangerang: DE, 16, seorang perempuan ternyata menjadi otak di balik tawuran maut dua kelompok dari wilayah Kotabumi dengan Cadas di Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten. DE tengah diburu karena menginisiasi tawuran yang menewaskan satu orang tersebut.
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan perempuan yang tidak lulus sekolah tersebut berperan sebagai koordinator di media sosial. Pelaku bertugas merekrut pemuda yang rata-rata masih berstatus pelajar SMA asal Kotabumi.
 
"Herannya perempuan bisa koordinir tawuran," ujar Argo dalam jumpa pers di Polres Metro Tangerang Kota, Senin, 10 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perempuan itu juga yang mengoordinasi tawuran dengan koordinator kelompok pemuda Cadas yakni seorang pria berinisial R. Mereka berdua kemudian menyepakati lokasi titik tawuran.
 
Namun, perempuan itu tidak turut dalam bentrokan yang terjadi di depan SD 2 Karet, Kampung Teriti pada Minggu, 9 Juni 2019. "Jadi, perannya sebagai admin media sosial. Dia juga yang menantang, yang menulis dan mengajak anggotanya," jelas Argo.
 
Seorang pemuda dari kelompok Cadas berinisial AR, 16, tewas karena luka bacok di sekujur tubuhnya. Kepolisian berhasil menangkap 15 pemuda, tujuh di antaranya berasal dari Kotabumi dan sisanya berasal dari Cadas.
 
Polisi juga menyita sejumlah senjata tajam, lima unit sepeda motor, dan batu sebagai bukti dalam tawuran antar pemuda tersebut.
 
Argo mengimbau masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar agar peristiwa serupa tidak terulang. Masyarakat atau orang tua yang anak sedang merakit besi untuk dijadikan sebagai senjata tajam harus segera bertindak.
 
"Tolong ditanya. Jangan dibiarkan saja. Jangan sampai kegiatan itu akan merugikan orang lain," kata Argo.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif