Direktur RSMM Bambang Eko Sunaryanto mengatakan penyediaan kamar kemungkinan akan ditambah. "Yang disediakan sekarang, dua kamar VIP dan lima kamar kelas I. Tapi akan ada penambahan bila nantinya kamar yang ada, tidak memadai dan kurang dari kapasitas," kata Eko, Kamis, 27 September 2018.
Bambang menyebut, meski pada faktanya sejauh ini, di Kota Bogor, sedikit sekali pasien gangguan kejiwaan dari para calon legislatif yang rawat inap. Hal ini merujuk pada pesta politik periode sebelumnya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Namun demikian, kata Bambang, pada saat itu pihaknya juga telah memeriksa kejiwaan sejumlah caleg gagal dalam pemilihan.
"Ruang rawat inap ini disediakan bagi pasien yang mengalami gangguan kejiwaan, khususnya bagi pasien yang cukup mampu. Termasuk bagi pasien-pasien para calon anggota legislatif, yang karena berbagai masalahnya mengalami gangguan kejiwaan,"ungkapnya.
Dalam kesempatan itu Bambang menyebutkan, pihaknya atau rumah sakit yang dikelolanya, adalah satu-satunya rumah sakit yang ditunjuk atau rujukan pemeriksaan atau tes kejiwaan sebelum pencalonan.
Pada saat itu, jelasnya, para calon anggota legislatif tersebut berkepribadian baik. Mereka juga dinilai memiliki mental yang dinyatakan siap dalam menghadapi problema dari pencalonannya tersebut.
Namun demikian pihaknya tetap melakukan antisipasi. Karena berdasarkan pengalaman sebelum-sebelumnya atau Pilpres dan Pileg 2014, tetap saja ada caleg yang mengalami gangguan kejiwaan.
"Ini merupakan antisipasi pihak kami, menghadapi kemungkinan itu terjadi. Meski secara umum, daya tahan kejiwaan para caleg tersebut cukup baik. Karena para caleg berpendidikan dan secara ekonominya cukup baik," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ALB)
