Paslon TB Hasanuddin - Antin Charliyan dalam debat publik II Pilgub Jabar 2018 di Balairung Universitas Indonesia Depok, Senin 14 Mei 2018, Amt - Indrianto Eko Suwarso
Paslon TB Hasanuddin - Antin Charliyan dalam debat publik II Pilgub Jabar 2018 di Balairung Universitas Indonesia Depok, Senin 14 Mei 2018, Amt - Indrianto Eko Suwarso (Faisal Abdalla)

Hasan-Anton akan Maksimalkan Potensi Energi Terbarukan

pilgub jabar 2018
Faisal Abdalla • 14 Mei 2018 22:19
Depok: Jawa Barat menyimpan banyak potensi sumber energi terbarukan. Pasangan calon nomor urut 2 TB Hasanuddin-Anton Charliyan berkomitmen memaksimalkan potensi tersebut untuk kepentingan rakyat. 
 
Hasan menilai saat ini potensi sumber energi yang melimpah tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan rakyat, terutama di Jawa Barat bagian selatan. 
 
"Persoalannya ini pertama soal izin. Ketentuan pajak, retribusi, dan sistem pengelolaan (potensi energi) harus jelas dan mementingkan kepentingan rakyat," kata Hasan dalam debat publik II Pilgub Jabar di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Senin, 14 Mei 2018

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain masalah perizinan dan pajak, Hasan menilai harus ada jaminan terhadap kelestarian lingkungan ketika memanfaatkan potensi energi tersebut. Jaminan ketersediaan pasokan energi di pedesaan bisa dilakukan melalui sumber energi ramah lingkungan berskala kecil. 
 
"Di beberapa daerah, tersedia energi air skala kecil, ada juga energi surya, dan energi angin. Energi  yang ramah lingkungan seperti ini cocok untuk lingkungan  pedesaaan," imbuhnya. 
 
Sementara itu, pendampingnya, calon wakil gubernur Jabar Anton Charliyan mengatakan ketersediaan sumber energi bukanlah persoalan utama di Jawa Barat. Yang jadi persoalan adalah bagaimana memanfaatkan potensi energi tersebut secara tepat guna. 
 
"Sumber geothermal itu melimpah di Jawa Barat. Bahkan di Indonesia, sumber geothermal kebanyakan ada di Jawa Barat, namun potensi itu belum banyak dinikmati rakyat karena saat ini masih dikelola oleh luar negeri. Hasilnya hanya sekitar 2,5% - 5 % yang dinikmati daerah, ini seharusnya lebih banyak ke daerah," pungkasnya. 

 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif