Cerita Pengemudi Ojek Online Dirampas Polisi Gadungan
Totok Sunarto, pengemudi ojek online menunjukan hasil rontgen tulang rusuk yang patah usai menjadi korban perampokan polisi gadungan di Mapolres Tangerang Selatan, Selasa, 7 Agustus 2018. Medcom.id/ Farhan Dwitama.
Tangerang: Totok Sunarto, 58 pengemudi ojek online, masih berpikir keras mencari nafkah setelah sepeda motor miliknya dirampas polisi gadungan pada 26 Juni 2018. Kawanan penjahat juga mempreteli harta dan menganiaya Totok.

"Korban dibuang dipinggir tol BSD, setelah diajak berputar-putar," kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan di Mapolres Metro Tangerang Selatan, Selasa, 7 Agustus 2018.

Totok menderita luka di bagian wajah. Tulang rusuknya juga patah. Menurut Totok, kejadian bermula ketika dirinya tengah menunggu penumpang di pinggir jalan. Dia tiba-tiba ditodong dengan pistol, lalu dipaksa masuk ke dalam mobil.


"Tiba-tiba didatangi pelaku bermobil dan langsung menodongkan pistol dan meminta saya masuk ke dalam mobil," ungkap Totok.

Totok tak berdaya. Dia cuma bisa pasrah ketika di dalam mobil. Totok selamat setelah ditolong petugas PJR Tol saat diturunkan pelaku di jalan tol kawasan Tangerang Selatan. Totok lalu dibawa ke rumah sakit.

Totok merasa dijebak. Pelaku menuduh dirinya pengedar narkoba. "Waktu di dalam mobil, mata dan tangan saya dilakban. Sambil ditanya-tanyai, tapi kelamaan saya berpikir kok saya lebih banyak dianiaya, dipukulin, ditodongan pisau juga hingga mengenai wajah," beber Totok. 

Tak hanya itu, semua harta benda yang ada pada dirinya dirampas, mulai dari handphone, isi dompet, sampai batu cincin. Setelah dari rumah sakit, Totok melaporkan nahas yang menimpanya. Pelaku yang belakangan diketahui tiga orang akhirnya dibekuk di tempat berbeda.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id