Flyover di Jalan Gatot Subroto, Cibodas, Kota Tangerang, mengalami keretakan. Hendrik. Medcom.id
Flyover di Jalan Gatot Subroto, Cibodas, Kota Tangerang, mengalami keretakan. Hendrik. Medcom.id (Hendrik Simorangkir)

Flyover Cibodas Tangerang Bakal Ditutup

jalan layang
Hendrik Simorangkir • 11 Maret 2019 13:40
Tangerang: Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang berencana akan menutup Flyover Cibodas yang sudah retak. penutupan dilakukan lantaran khawatir kerusakan jalan layang itu bakal makin parah.
 
"Kami masih berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan Dishub Banten. Itu jalan provinsi, kan harus tahu dulu teknis konstruksinya seperti apa, saya koordinasi dulu dengan pihak PUPR," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Saeful Rohman, Senin, 11 Maret 2019.
 
Menurut Saeful, penutupan bisa dilakukan jika ada rekomendasi dari provinsi, karena pembangunan jalan layang yang kelar 2010 itu, merupakan proyek dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Banten.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena harus ada tinjauan lapangan oleh mereka dulu. Secara lisan sudah kita sampaikan. Apalagi, kepadatan kendaraan di jalan itu sangat tinggi," katanya.
 
Baca: Flyover Cibodas Tangerang Retak
 
Saeful menambahkan, flyover itu dibangun untuk mengurai kemacetan di kawasan itu. Semua pembangunan, dilakukan oleh pihak Provinsi Banten. Sedang pihak Kota Tangerang, tidak diterlibatkan dalam pembangunannya.
 
"Sangat padat, apalagi saat pagi dan sore, karena itu kan ada lintasan simpangan antara kawasan industri dan kompleks Taman Cibodas, jadi sangat padat," jelas Saeful.
 
Dengan masih melintasnya kendaraan di jalan layang itu, lanjutnya, ditambah masih adanya kendaraan berat bermuatan 8,5 ton lebih di kawasan itu, menambah cepat kerusakan. Dia berharap, pihak provinsi segera terjun dan memperbaiki jalan layang tersebut. 
 
"Saya berharap, Pemprov Banten segera memperbaiki. Upaya penutupan jalan, kalau misalnya secara teknis dinyatakan masih layak, masa harus ditutup. Saya berharap pemprov melihat kondisi jalan," paparnya.
 
Ketua DPRD Kota Tangerang Suparmi menambahkan, pihaknya sudah menyampaikan keluhan kepada PU Provinsi Banten, terkaitnya kondisi Flyover Cibodas yang semakin hari bertambah rusak saja.
 
"Sudah langsung disampaikan ke PU Provinsi, Sekda Kota DPU kota, dan sudah melayangkan surat ke PU pusat. Masih tunggu tindak lanjut," kata Suparmi.
 
Suparmi menuturkan, kondisi jalan layang tersebut sudah sangat memprihatinkan. Pihaknya mendesak, pemerintah pusat segera turun tangan, melihat kondisi fisik jalan tersebut.
 
"Tapi seharusnya pusat memantau kondisi sebenarnya. Sebelum kondisinya yang memprihatinkan, dan sebelum ada korban," ucapnya.
 
Pihaknya pun setuju dengan ide penutupan jalan layang tersebut untuk sementara waktu, sampai ada perbaikan. Sehingga, mengurangi beban yang sangat berat, dari volume kendaraan yang lewat di jalan itu.
 
"Masukan yang bagus. Nanti disampaikan dan ingatkan sebelum terjadi korban. Kita tidak ada kaitannya dengan pembangunan jalan itu," katanya.
 
Sebelumnya, Flyover di Jalan Gatot Subroto, Cibodas, Kota Tangerang kondisinya memprihatinkan. Flyover yang menghubungkan jalur masuk Kota menuju Kabupaten Tangerang dan sebaliknya tersebut, konstruksi betonnya retak.
 
Pantauan di lokasi, bahkan ada balok yang disematkan pada keretakan dinding. Pada dinding jembatan pula, sheet pile atau turap baja yang digunakan sebagai penopang beton ada yang tertekuk dan tampak sejumlah bautnya terlepas.
 
Sementara kondisi jalan di flyover juga rusak dan berlubang. Meskipun kondisinya memprihatinkan, jembatan tersebut masih dibuka alias masih bisa dilintasi kendaraan.
 
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah telah melaporkan kerusakan jembatan layang itu kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 
 
Dalam surat laporannya, Arief meminta agar pihak terkait melakukan evaluasi terhadap kondisi flyover dan melakukan penanganan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
 
"Terkait laporan warga tentang kondisi Fly Over Cibodas, kami sudah mengirimkan surat ke Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Kementerian PUPR, untuk evaluasi dan butuh penanganannya," ujar Arief, Jumat, 8 Maret 2019.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif