Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal (Hendrik Simorangkir)

Angka Pengangguran di Banten Turun

pengangguran
Hendrik Simorangkir • 07 Mei 2019 15:18
Tangerang: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat tingkat pengangguran di Banten turun hingga 7,58 persen atau sebanyak 465,8 ribu orang dari 7,77 persen tingkat pengangguran terbuka (TPT). Hasil survei BPS Provinsi Banten per Ferbruari 2019, sebanyak 5,68 juta orang bekerja dari 6,14 juta orang angkatan kerja. Angka ini meningkat 53,92 ribu orang jika dibandingkan Februari 2018.
 
Struktur lapangan pekerjaan utama terbesar meliputi perdagangan sebesar 23,88 persen; industri pengolahan sebesar 19,97 persen; pertanian, pertambangan dan penggalian sebesar 12,72 persen. Status pekerjaan utama di Banten didominasi buruh/karyawati/pegawai dengan presentase sebesar 53,61 persen.
 
Sekitar 4,51 juta angkatan kerjan di Banten (79,52 persen) merupakan pekerja penuh atau jam kerja minimal 35 jam per minggu. Sekitar 15,17 persen dari total penduduk bekerja berpendidikan tinggi (diploma ke atas).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jumlah pengangguran di Banten berdasarkan wilayah didominasi wilayah perdesaan sebesar 7,91 persen ketimbang perkotaan yang sebesar 7,45 persen. Sebesar 3,21 juta penduduk (56,59 persen) bekerja pada sektor formal dan sisanya 2,46 juta orang bekerja (43,41 persen) pada sektor informal.
 
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Alhamidi mengatakan, terdapat selisih jumlah pengangguran antara BPS dengan pendataan yang dilakukan Disnakertrans menurut kartu kuning yang dikelola dinasnya.
 
"Kalau pendataan 2018 itu jumlahnya 80 ribu orang, berdasarkan kartu kuning yang terdata. Kalau tahun ini kita belum cek lagi," ujar Alhamidi, Selasa, 7 Mei 2019.
 
Alhamidi mengungkap 675 jumlah SMK di Banten dengan 600 swasta dan 75 negeri. Data BPS terkait pengangguran di Banten yang masih didominasi lulusan SMK sangat mungkin terjadi.
 
Hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk terus meningkatkan kompetensi para lulusan SMK agar menjadi SDM kerja siap pakai. Berbagai upaya dilakukan pihaknya, misalnya meningkatkan kompetensi pekerja, membentuk skill development centre untuk kesempatan kerja, memberangkatkan ke luar negeri, dan perekrutan tenaga kerja.
 
Alhamidi berharap organisasi pemerintah daerah (OPD) lain dapat bersinergi aktif dalam upaya pengurangan angka pengangguran terbuka di Banten. Seperti melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam penyiapan SDM siap pakai dan sesuai dengan pangsa pasar melalui pendidikan formal atau berinovasi dengan pendidikan lainnya.
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif