ASN Mengaku Mendapat Tekanan setelah Penggeledahan
Penyidik Kejati Jabar menggeledah Kantor Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya terkait proyek pembangunan Jalan Cisawi-Singaparna, 12 November 2018, MI - Kristiadi
Tasikmalaya: Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menggeledah Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tasikmalaya beberapa hari lalu. Setelah penggeledahan, sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di kantor tersebut mengaku mendapat tekanan.

Dua ASN berinisial R dan WA mendapat tekanan terkait kasus yang bergulir di Kejati Jabar. Kasus itu juga menyeret dua atasan mereka, A dan M, sebagai terperiksa.

"Setelah penggeledahan, ada yang menelepon dan datang ke rumah untuk minta tanda tangan. Tapi saya tidak turuti," kata R yang dibenarkan oleh WA di Tasikmalaya, Jumat, 23 November 2018.


Penyidik menggeledah kantor dinas pada akhir pekan lalu. Penggeledahan terkait dengan kasus dugaan korupsi pembangunan Jalan Ciawi-Singaparna tahun anggaran 2017 sebesar Rp25 miliar.

Empat nama tersebut berstatus sebagai terperiksa dalam kasus tersebut. A merupakan pejabat PUPR. Begitu pula dengan M yang merupakan pejabat eselon II. Sedangkan R dan WA bekerja sebagai staf di kantor dinas itu.

R dan WA mengaku didatangi beberapa orang di rumah masing-masing. Mereka meminta kedua staf tersebut menandatangani surat berisikan untuk pengalihan status hukum. R dan WA menegaskan tidak menandatangani surat tersebut.

'Tamu tak diundang' itu datang ke rumah mereka sebelum pemeriksaan di Kantor Kejati Jabar. Pemeriksaan berlangsung pada Kamis, 22 November 2018.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya, Yusep Yustisiawandana, mengatakan tak tahu soal aksi tersebut. Namun, ia membenarkan beberapa pejabat dan pegawai dipanggil penyidik. Mereka memberikan keterangan mengenai proyek pembangunan Jalan Cising.

"Memang benar mereka dimintai keterangan oleh Kejati terkait pembangunan jalan dan jembatan sepanjang 23 kilometer itu," ujar Yusep.

Lihat video:

 



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id