Kepala Dinas Dukcapil Tangsel, Dedi Budiawan di kantornya, Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat, 22 Maret 2019. Medcom.id/ Farhan Dwitama.
Kepala Dinas Dukcapil Tangsel, Dedi Budiawan di kantornya, Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat, 22 Maret 2019. Medcom.id/ Farhan Dwitama. (Farhan Dwitama)

Tangsel Tingkatkan Pencetakan KTP El

e-ktp
Farhan Dwitama • 22 Maret 2019 11:47
Tangerang: Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil (Dukcapil) Kota Tangerang Selatan meningkatkan kapasitas perekaman dan pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik hingga 1.200 keping perhari. 
 
Kepala Dinas Dukcapil Tangsel, Dedi Budiawan mengatakan, peningkatan kapasitas perekaman dan pencatatan itu melibatkan tujuh kecamatan yang ada di Tangsel.
 
"Jadi dari sebelumnya hanya bisa dilakukan di Dinas Dukcapil, saat ini sudah bisa dilakukan di masing-masing Kecamatan. Dari sebelumnya dinas hanya mampu 500 KTP el sekarang menjadi 1.200," kata Dedi saat dikonfirmasi, Jumat, 22 Maret 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dedi menjelaskan, sebelum proses perekaman dan pencetakan KTP el dilakukan di Kecamatan, Dinas Dukcapil mengaku kerap menerima keluhan masyarakat atas lamanya waktu pelayanan.
 
"Karena kami terbatas, kapasitas di dinas sehari hanya mampu merekam dan mencetak 500 lembar KTP el, itu sudah satu hari penuh sejak pukul 08.00-16.00 WIB. Karena pegawai kami juga butuh istirahat, enggak mungkin terus bekerja 24 jam," jelas Dedi. 
 
Dedi kembali mengatakan, proses perekaman dan pencetakan dibantu oleh masing-masing kecamatan, dengan kemampuan perekaman dan pencetakan sebanyak 100 orang pada setiap kecamatan. 
 
"Akhirnya saat ini, perekaman dan pencatatan sudah bisa dilakukan di Kecamatan. Dengan kuota per hari 100 pemohon. Karena keterbatasan alat perekaman dan pencetakan, jadi hari ini baru mampu seratus," beber Dedi.
 
Namum begitu, Dedi memastikan bahwa perekaman dan pencetakan yang dilakukan tidak melanggar Undang-undang Administrasi Kependudukan (Adminduk).
 
"Memang dalam UU adminduk itu, tidak boleh pelayanan dilakukan OPD lain. Kalau nanti pelayanan di kecamatan, sebenarnya bukan kecamatannya yang melakukan. Tapi petugas kami yang ditempatkan di kecamatan. Jadi memang petugas Kami yang ditempatkan di sana," ungkap Dedi.
 
Menurut Dedi, dengan menempatkan petugas, peralatan perekaman dan pencetakan di Kecamatan, masyarakat menjadi lebih terlayani dengan baik. 
 
"Karena dari sisi jarak lebih dekat dijangkau masyarakat, lebih cepat dan tentu lebih efisien. Sekarang dari sebelumnya kami (Dinas) hanya mampu mencetak 500 KTP el, dengan penempatan di 7 kecamatan kemampuan cetak dan rekam menjadi 1.200. Karena masing-masing kecamatan baru mampu merekam dan mencetak untuk 100 pemohon," pungkas Dedi.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif