Kantong Parkir Belum Dimanfaatkan Maksimal
salah satu lokasi kantong parkir. (Medcom/Antonio)
Bekasi: Berdasarkan evaluasi Dinas Perhubungan Kota Bekasi, pengguna angkutan pribadi yang memarkirkan kendaraan di kantong parkir masih sedikit. Kantong parkir disediakan menyusul dilaksanakannya paket kebijakan di dalam Jalan Tol Jakarta Cikampek. Paket kebijakan itu antara lain penerapan sistem ganjil genap untuk kendaraan pribadi, penyediaan jalur khusus bus dan pengaturan waktu operasional kendaraan golongan III, IV dan V. 

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana  mengatakan, di wilayah Barat, kantong parkir yang disediakan pemerintah berada di Mega Bekasi dan Summarecon. 

"Bahkan kalau kemarin membludak, kita itu di parkir stadion juga ada. Di tol timur itu ada Grand Dhika City ada juga BTC (Bekasi Trade Center)," kata Yayan di Bekasi, Selasa, 13 Maret 2018.


Ia mengatakan, kantong parkir yang disediakan pemerintah memiliki kapasitas 5.000 satuan ruang parkir (SRP). Di Bekasi Barat 3.000 SRP dan Bekasi Timur 2.000 SRP.

"Cuma memang lahan parkir yang sudah kita siapkan masih belum mampu dimanfaatkan secara maksimal," ujarnya.

Pihaknya belum mengetahui, apakah penyebab kurang diminatinya kantong parkir yang telah disediakan oleh pemerintah.

"Saya juga enggak paham, apa mereka tidak menggunakan kendaraan pribadi atau seperti apa. Dalam artian untuk naik ke bus ini (TransJabodetabek), mungkin mereka diantar Gojek (ojek daring) misalnya atau dianter Gocar (taksi daring)," jelasnya.

Pihaknya akan terus berupaya mengajak masyarakat pengguna angkutan pribadi untuk beralih menggunakan transportasi massal.



(LDS)