Gumpalan awan menyembur saat terjadi letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Banten, Senin (10/12/2018). ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki.
Gumpalan awan menyembur saat terjadi letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Banten, Senin (10/12/2018). ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki. (Antara)

PVMBG Terjunkan Tim Teliti Tsunami Selat Sunda

Tsunami di Selat Sunda
Antara • 23 Desember 2018 14:14
Bandung: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menerjunkan tim untuk meneliti penyebab tsunami yang terjadi di Selat Sunda. Peneliti PVMBG ingin mengetahui secara rinci penyebab tsunami yang menewaskan sejumlah korban jiwa tersebut. 
 
"Tim kita akan pergi ke sana untuk melakukan pemeriksaan di sana. Sementara untuk pendahuluan kita kirim empat orang, karena kita belum tahu (penyebab tsunami)," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Badan Geologi, Wawan Irawan, di Bandung, Jawa Barat, Minggu, 23 Desember 2018.
 
Wawan menjelaskan, penelitian mendalam sangat perlu dilakukan untuk mengetahui rincian kejadian. Menurut Wawan, untuk menimbulkan gelombang besar hingga terjadi tsunami diperlukan tenaga yang besar seperti pergeseran lempeng, letusan besar gunung api, maupun longsoran besar yang masuk ke dalam kolom air laut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun Wawan menegaskan, berdasarkan alat pemantauan gunung Anak Krakatau, tidak ada aktivitas vulkanik yang menunjukan gejala letusan besar maupun longsoran tubuh Anak Krakatau ke laut.
 
"Untuk merontokan bagian tubuh (Gunung Anak Krakatau) yang longsor ke
bagian laut, diperlukan energi yang cukup besar. Ini tidak terdeteksi oleh
seismograf di pos pengamatan. Masih perlu data-data untuk dikorelasikan
antara letusan gunung api dengan tsunami," jelas Wawan.
 
Wawan kembali mengatakan, tim akan melakukan pemantauan dengan merekam struktur morfologi Gunung Anak Krakatau. Hal ini ditujukan untuk melihat apakah ada yang berubah dari struktur Gunung Anak Krakatau atau tidak.
 
"Agak susah mencari kesimpulan mengenai data awal. Makanya kita akan cari data tersebut terutama yang ada di permukaan, apakah longsoran terjadi di tebingnya atau apanya. Morfologi gunung akan diteliti," pungkas Wawan.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif