Polisi Tangkap Sekda Pemkab Tasikmalaya terkait Korupsi Dana Hibah

P Aditya Prakasa 16 November 2018 13:26 WIB
kasus korupsidana hibah
Polisi Tangkap Sekda Pemkab Tasikmalaya terkait Korupsi Dana Hibah
Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto menunjukan barang bukti di Markas Polda Jawa Barat, Jumat, 16 November 2019. Medcom.id/ P Aditya Prakasa.
Bandung: Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat menangkap Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Kodir dan delapan orang lainnya. Penangkapan dilakukan atas dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) dan hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Tasikmalaya 2017.

"Total kerugian negara mencapai Rp3,9 miliar. Sembilan tersangka itu diamankan kemarin sore (Kamis, 16 November 2018)," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto di Markas Polda Jawa Barat, Jumat, 16 November 2019.

Agung menjelaskan delapan orang yang juga ditangkap adalah Kabag Kesra Setda Pemkab Tasikmalaya Maman Jamaludin, Sekretaris DPKAD Ade Ruswandi, Inspektorat Pemkab Tasikmalaya Endin, staf Kesra Pemkab Tasikmalaya Alam Rahadian Muharam, Eka Ariansyah, serta tiga sipil bernama Lia Sri Mulyani, Mulyana, dan Setiawan.


Menurut Agung, saat ini kasus tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat. Agung mengatakan dana hibah senilai Rp3,9 miliar sedianya untuk 21 yayasan lembaga keagamaan.

Kemudian Abdul Kodir meminta Alam Rahadian dan Eka Rahadian untuk mencarikan yayasan untuk menerima dana hibah tersebut. Kemudian kedua staf tersebut memerintahkan kembali kepada Lia Sri Mulyani untuk mencari yayasan penerima dana hibah dibantu oleh Mulyana dan Setiawan.

"Dana hibah itu tidak semuanya diberikan kepada yayasan, hanya 10 persen yang diberikan kepada 21 yayasan," jelas Agung.

Kemudian, lanjut Agung, sisa dana hibah dibagikan kepada orang yang terlibat dan telah menjadi tersangka. Para tersangka rata-rata menerima uang sisa dana hibah Rp100 juta hingga Rp600 juta.

"Untuk tersangka Abdul Kodir menerima memperoleh uang dari dana hibah itu sebesar Rp1,4 miliar," kata Agung.

Dari penangkapan para tersangka, polisi menyita barang bukti dua unit sepeda motor, satu mobil, sebidang tanah seluas 82 meter persegi, uang tunai Rp1,950 milar.

Para tersangka akan dijerat pasal 2 dan 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999, sebagaimana diubah Undang-undang nomlr 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi, Jo pasal 55 dan 56 KUHP dan pasal 64 ayat 1 KUHP.

"Para tersangka nanti kita serahkan kepada kejaksaan karena kasusnya sudah P21. Kita sudah koordinasi dengan kejaksaan, nanti akan segera diproses," pungkas Agung.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id