Sopir Tembak Bus Maut di Sukabumi jadi Tersangka
Bangkai bus bernomor polisi B 7025 SAG yang terjun ke jurang di Kampung Bantarselang, Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat. Foto: MI/Benny Bastiandy.
Sukabumi: Kepolisian Resor Sukabumi menetapkan Muhamad Adam sebagai tersangka. Adam merupakan sopir tembak bus wisata Jakarta Transport yang terjun ke jurang di Kampung Bantar Selang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa itu menyebabkan 21 orang tewas, Sabtu, 8 September 2018. 

"Dari hasil penyidikan Adam merupakan tersangka utama karena ia yang terakhir mengendarai bus itu sebelum terjun ke jurang di Desa/Kecamatan Cikidang, " kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi di Sukabumi, Kamis, 13 September 2018.

Baca: Dishub Depok Cek Izin Pul Bus Maut di Sukabumi


Menurutnya, tersangka mengaku mengendari bus tersebut dari TMC Kecamatan Cibadak atau sekitar 300 meter dari pintu masuk Kecamatan Cikidang. Adam yang berprofesi kernet itu menggantikan sopir utamanya Jahidi yang ingin beristirahat. Jahidi sempat mengendarai bus maut tersebut dari pul bus Bogor hingga TMC.

Adam juga baru bekerja selama dua bulan di pul Bus Jakarta Wisata. Tersangka juga diketahui belum memiliki SIM untuk mengemudikan bus. Ia  hanya memiliki SIM A yang digunakan untuk mengendarai mobil berukuran kecil atau pribadi.

Tersangka yang belum lihai mengemudikan bus tersebut nekat mengoperasikannya, padahal jalur Cikidang merupakan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas. Setibanya di jalur 'letter S' Kampung Bantar Selang, pemuda warga Kelurahan Curug RT 01/05, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, itu tidak bisa mengendalikan busnya.

Baca: Jalur Cikidang Terlarang bagi Bus

Kondisi bertambah panik karena jalan yang menurun dan curam membuat tersangka tidak bisa mengganti perseneleng dan gagal mengerem.

Bus yang ditumpangi 36 karyawan PT Catur Putra Grup bersama sopir utama itu lantas terjun ke dalam jurang sedalam 30 meter.

"Saat di turunan tersangka bukannya menginjak rem malah injak kopling, sehingga laju kendaran semakin kencang dan tidak bisa dikendalikan," tambahnya.
  
Nasriadi masih mengembangkan kasus kecelakaan maut ini. Selain menetapkan tersangka, polisi masih menyelidiki apakah bus tersebut laik jalan atau tidak. Hasil penyidikan sementara, bus itu sudah tidak melaksanakan KIR sejak 2016, kelebihan muatan, dan remnya kurang berfungsi.






(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id