Petugas Sempat Bohong Ihwal Penangkapan Teroris di Cirebon

Ahmad Rofahan 12 Juli 2018 15:43 WIB
terorisme
Petugas Sempat Bohong Ihwal Penangkapan Teroris di Cirebon
ilustrasi. (Medcom.id)
Cirebon: Sehari sebelum terjadinya penggerebekan terduga teroris di Cirebon, Jawa Barat, Ketua Rukun Warga 18, Perumahan Tampomas,  Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Sartono, sempat ditemui salah satu petugas kepolisian yang mengaku dari Polda Jawa Barat.

Kedatangan polisi untuk meminta izin kepada Sartono, terkait rencana penggerebekan di wilayahnya. Namun saat itu, polisi mengatakan akan menggerebek bandar narkoba.

"Petugas ngomongnya mau ada penangkapan bandar narkoba,” kata Sartono di Cirebon, Kamis, 12 Juli 2018.


Dia mengingat, petugas kala itu mengatakan sedang mengintai dan menunggu pelaku yang akan menjemput narkoba di Pelabuhan Cirebon.

“Katanya, narkobanya ada di Pelabuhan. Jadi nanti setelah pelaku ditangkap, sekaligus olah TKP di Pelabuhan,” ujar Sartono.

Baca: Terduga Teroris di Cirebon Menumpang Tinggal

Mendengar informasi tersebut, Sartono mempersilakan petugas untuk mengintai. Sampai akhirnya, ia dikejutkan informasi adanya penggerebekan teroris di wilayahnya.

Sartono mengaku terkejut. Pasalnya, ia mengira bahwa penggerebekan yang akan dilakukan adalah kasus narkoba. "Ternyata penggerebekannya teroris,” ucapnya.
 
Mengetahui adanya penggerebekan narkoba. Sartono kembali didatangi petugas yang pertama menemuinya. Saat itu, petugas  meminta maaf karena berbohong perihal penggerebekan tersebut.

"Petugas minta maaf, karena sebelumnya dia bilang mau ada penggerebekan bandar narkoba. Ternyata teroris,” tandasnya.

Baca: Kapolresta Cirebon tak Tahu Penangkapan Teroris



(LDS)