Ribuan Orang Ikut Karnaval di Puncak Peringatan KAA ke-63
Paskibra Kota Bandung mengibarkan bendera negara-negara Asia Afrika saat memperingati Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-63 di depan Gedung Merdeka pada 18 April 2018. Medcom.id/Roni Kurniawan
Bandung: Sebanyak 2.867 orang akan mengikuti karnaval di Kota Bandung dalam acara puncak peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-63. Karnaval tersebut akan beriringan di pusat Kota Bandung yang dimulai di Jalan Asia Afrika, Sabtu 28 April 2018.

Gelaran karvanal KAA akan dimulai pada pukul 13.00 WIB siang ini, namun ruas Jalan Asia Afrika telah ditutup sejak pukul 06.00 pagi.

Peserta karnaval tidak hanya berasal dari Kota Bandung, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Tercatat, ada 15 daerah yang berpartisipasi, seperti Aceh, Jambi, Lamandau, Manado, Nias, Subang, Ciamis, Majalengka, hingga Banjarmasin. Sebanyak 15 negara dari Asia dan Afrika juga akan memeriahkan ajang tahunan itu


Tahun ini, karnaval akan melalui rute yang cukup pendek dengan jarak hanya 1,2 kilometer. Iring-iringan peserta akan berjalan melalui Jalan Asia Afrika, Jalan Cikapundung Barat, Jalan Naripan, Jalan Tamblong, dan kembali ke Jalan Asia Afrika.

Tak hanya itu, kemeriahan puncak peringatan KAA ke-63 juta akan dilanjutkan keesokan harinya, Minggu 29 April, dengan ajang Unity Run. Ajang lomba lari dengan panjang lintasan 6,3 km itu akan dimulai pada pukul 05.00 WIB hingga 12.00 WIB.

"Saat ini, sebanyak 2.500 peserta telah dipastikan berpartisipasi pada ajang Unity Run," ujar Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung Yayan A. Brillyana saat dihubungi Medcom.id, Sabtu 28 April 2018 pagi.

Peserta berasal dari seluruh penjuru Indonesia, Bahkan telah ada perwakilan peserta dari 11 negara, yaitu Singapura, Vietnam, India, Somalia, Tanzania, Malaysia, Uganda, Benin, Australia, Amerika Serikat, dan Inggris

Yayan mengatakan, acara ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung tetap menggelorakan semangat Konferensi Asia Afrika. Semangat persatuan, kemerdekaan, dan perdamaian yang ingin terus digelorakan ke seluruh penjuru dunia akan terpancar dari perayaan ini.

"Gelaran ini menguatkan posisi Kota Bandung sebagai 'ibu kota' Asia Afrika. Bandung adalah kota dunia yang menyimpan sejarah yang amat penting. Karena konferensi itu, puluhan negara-negara di Asia dan Afrika terinspirasi untuk memperjuangkan kemerdekaan mereka," papar Yayan.

Yayan pun mengimbau warga Bandung maupun para wisatawan untuk senantiasa menjaga ketertiban dan kebersihan Kota Bandung.

"Hati-hati, jangan buang sampah sembarangan, itu yang terpenting. Kita berharap semua warga Bandung juga wisatawan bisa semakin dewasa dalam berperilaku," ajak Yayan.

Selain itu, Pemkot Bandung pun mengimbau agar masyarakat menggunakan kendaraan umum untuk menuju lokasi acara. Hal itu guna arus lalu lintas tidak terlalu tersendat karena diprediksi akhir pekan ini pusat kota akan lebih padat dibandingkan akhir pekan biasanya.

"Kalau bisa datangnya pakai kendaraan umum, kan seru rame-rame dengan keluarga atau teman," pungkasnya.
 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id