Bus Antikorupsi KPK Mampir di Bandung

Roni Kurniawan 30 Oktober 2018 12:55 WIB
kpk
Bus Antikorupsi KPK Mampir di Bandung
Bandung menjadi kota terakhir yang disambangi bis KPK usai berkeliling ke sebelas kabupaten/kota dalam program Jelajah Bus Antikorupsi. Medcom.id/Roni Kurniawan
Bandung: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar roadshow dengan membawa bus ke sejumlah kota di Indonesia. Bandung menjadi kota terakhir yang disambangi bus KPK usai berkeliling ke sebelas kabupaten/kota dalam program Jelajah Bus Antikorupsi.

Bus berwarna biru-putih tersebut mejeng di Plaza Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa, 30 Oktober 2018. Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Bus tersebut bertugas mengkampanyekan berbagai pengetahuan antikorupsi yang dilengkapi dengan teknologi sosialisasi.


Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyebut kehadiran bus tersebut bisa memberikan pemahaman ke masyarakat tentang antikorupsi. Berbagai perilaku yang mengarah ke korupsi pun dihadirkan sebagai gambaran bagi masyarakat untuk menghindari tendensi korupsi.

"Kita harus bergerak, berjalan terus berpindah-pindah. Di dalamnya ada fitur e-lhpkpn, e-grafitasi, Dumas (pengaduan masyarakat), pendidikam dan layanan masyarakat (Dikyanmas), ada ACLC (Anti-Corruption Learning Center), Anti Corruption Clearing House (ACCH) serta mendongeng," ujar Saut.

Saut pun mempersilakan setiap kepala daerah untuk menduplikat bus beserta isinya sebagai upaya penyuluhan antikorupsi. Bahkan, KPK siap menyediakan teknologi yang digunakan dalam bus antikorupsi tersebut.

"Ini jalan panjang yang kita harus berputar terus. Sekali lagi kalau mau di-copy saya bantu, teknologinya enggak canggih amat. Bahkan bekas bus Jakarta Bandung yang seken boleh, yang penting kalau mogok dia berhenti sambil jelasin korupsi," canda Saut.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku tertarik mengadopsi bus tersebut untuk hadir di Jabar. Metode ini diharap menanamkan kesadaran lebih, terutama ke kepala daerah yang rawan terjerak tindak pidana korupsi.

"Saya hadir di sini, dukungan luar biasa untuk KPK. Tapi kan itu tentang korupsinya tidak soal penindakam OTT saja, tapi pencegahan edukasi yang harus satu ekosistem lah. Hari ini perjalanan panjang kita menjadi bangsa yang berintegritas," jelas Emil ditempat yang sama.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id