Muhamad Saputra, 12, pelajar kelas 3 SDN 01 Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan berjualan di depan kelasnya, Rabu, 13 Februari 2019. Medcom.id/ Farhan Dwitama.
Muhamad Saputra, 12, pelajar kelas 3 SDN 01 Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan berjualan di depan kelasnya, Rabu, 13 Februari 2019. Medcom.id/ Farhan Dwitama. (Farhan Dwitama)

Siswa SD Berjualan Cilok untuk Menghidupi Keluarganya

kisah inspiratif
Farhan Dwitama • 13 Februari 2019 19:45
Tangerang: Muhamad Saputra, 12, pelajar kelas 3 SDN 01 Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, rela mengorbankan masa bermainnya untuk berjualan.
 
Kedua orang tua Saputra sudah meninggal sejak 10 bulan lalu. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan dua adiknya, Saputra saban hari harus berjualan cilok goreng saat jam istirahat di sekolah.
 
"Adik saya ada dua, kasihan masih kecil-kecil. saya berjualan untuk beli susu adik, kasihan dari kecil sudah enggak sama Ibu," kata Saputra di SDN 01 Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, 13 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setiap hari sejak jam istirahat pertama sekitar pukul 15.00 WIB, Saputra menjajakan dagangannya di depan ruang kelas. Puluhan murid kemudian berebut untuk membeli cilok goreng yang dia jajakan dengan harga Rp2.000 pertusuk.
 
Bahkan selepas pulang sekolah, Saputra tetap berjualan hingga malam hari sampai dagangannya habis. Dengan mengayuh sepeda yang memuat keranjang berisi cilok goreng, dia menjajakan dagangannya ke sekitar wilayah Pondok Aren.
 
Sementara Siti Juleha, 17, kakak pertama Saputra mengatakan, adik keduanya itu adalah anak yang mandiri. Sedari kecil, Saputra sudah bisa memenuhi kebutuhan uang sakunya sendiri.
 
"Mandiri kalau untuk uang, tapi kalau yang lainnya enggak juga, seperti pakaian, sepatu tetap harus dicarikan. Belum bisa merapihkan sendiri, ya namanya juga anak cowok," ungkap Siti.
 
Terlebih ketika kedua orang tuanya sudah meningal. Sementara Juleha, hanya mengurusi adik bungsunya yang baru berusia 10 bulan. 
 
"Sayakan urus adik paling kecil yang masih balita, saya ada suami, sopir angkot. Jadi memang Saputra ini banyak membantu mencukupi ekonomi keluarga," pungkas Siti.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif