Suasana pemberlakuan contraflow di sekitar Kalimalang dari arah Jakarta menuju Bekasi, Jumat 30 November 2018, Medcom.id - Antonio
Suasana pemberlakuan contraflow di sekitar Kalimalang dari arah Jakarta menuju Bekasi, Jumat 30 November 2018, Medcom.id - Antonio (Antonio)

Kemacetan di Bekasi Diatasi dengan Rekayasa Lalu Lintas

lalu lintas
Antonio • 11 Januari 2019 18:59
Bekasi: Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat, melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah jalan. Rekayasa bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas sebagai dampak pengerjaan proyek infrastruktur strategis nasional.

Proyek itu berupa Jakarta Cikampek Elevated, kereta cepat Jakarta Bandung dan Light Rail Transit (LRT) yang berada di Jalan Tol Jakarta Cikampek. Pembangunan proyek infrastruktur itu juga berdampak pada Bekasi.

Ditambah lagi, pembangunan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu di sepanjang Kalimalang, Bekasi. Lalu lintas macet. Kepadatan kendaraan pun terjadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Rekayasa lalu lintas di jalan arteri telah berubah beberapa kali khususnya di sekitar pengerjaan proyek Becakayu. Pemkot Bekasi menyesuaikan lalu lintas dengan pengerjaan proyek.

Sebelumnya, dari arah Bekasi dan hendak berputar balik disekitar Perumahan Galaxy, Bekasi Selatan warga dapat berputar di jembatan yang jaraknya relatif dekat dengan perumahan tersebut.

Saat ini, warga harus berjalan lebih jauh menuju ke Jembatan Caman sehingga baru bisa memutar menuju Kota Bekasi. Karena, sedang ada pembangunan.

Selain itu, Pemkot Bekasi juga mengatur operasional kendaraan bertonase berat. Truk dengan berat diatas delapan ton dilarang melintas di Jalan KH Noer Alie Kalimalang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengatakan, jalan yang ada di Kota Bekasi terbatas. Sehingga, pihaknya belum memiliki program khsusus untuk mengatasi kemacetan seperti Special Transportation Zone.

“Yang jelas ke depan, kalau misalnya pembangunan Japek II (elevated) dan Becakayu selesai, Insyaallah kembali normal. Saat ini kan masih pembangunan, artinya kita darurat (melakukan rekayasa lalu lintas),” katanya.

Menurut Yayan, Pemkot Bekasi akan terus berupaya untuk mengurai titik kemacetan di Kota Bekasi. Salah satunya yakni dengan mengoptimalkan pembangunan Fly Over Rawa Panjang dan Cipendawa dari Pemprov DKI.

“Tentunya kan perlu proses, secara bertahap dan berkelanjutan. Seperti pembangunan jembatan Kemang Pratama, Flyover Cipendawa, Flyover Rawa Panjang, itu kan bagian dari solusi kemacetan,” tuturnya.

“Mudah–mudahan setelah proyek pembangunan itu selesai, Insyaallah akan mengurangi kepadatan di titik–titik tertentu, di simpang tertentu pasti akan berkurang kan,” lanjut Yayan.


(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi