Suasana pelantikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu 8 Mei 2019. Medcom.id/ Roni Kurniawan.
Suasana pelantikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu 8 Mei 2019. Medcom.id/ Roni Kurniawan. (Roni Kurniawan)

Ridwan Kamil Lantik Kadinkes Jabar

pelantikan
Roni Kurniawan • 08 Mei 2019 13:04
Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menentukan posisi jabatan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat setelah melalui proses lelang jabatan sejak 2018 silam. Dokter yang sebelumnya bertugas di Kalimantan Barat bernama Berli Hamdani Gelung Sakti terpilih menempati posisi tersebut.
 
Pelantikan dipimpin Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoto, Kota Bandung, Rabu, 8 Mei 2019.
 
"Setelah diseleksi, akhirnya skornya (Berli) paling tinggi memenuhi syarat. Kebetulan (Berli) orang Jawa Barat juga yang mengembara di sana (Kalbar). Kami sangat yakin menitipkan indeks kesehatan dan jangan fokus pada program prvinsi tapi bisa bimbing Dinkes di 27 Kabupaten/Kota," kata Emil usai pelantikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berli sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dan mengikuti poses lelang jabatan Kadinkes Jabar yang dibuka sejak 2018 lalu. Proses lelang jabatan ini pun sebelumnya tertunda beberapa kali dan harus diulang karena minim peminat terutama dokter dari Jabar.
 
Menurut Ridwan Kamil, dipilihnya Berli karena memiliki nilai tertinggi dibandingkan kandidat lainnya yang masuk dalam tiga besar. Bahkan Emil menyanjungi gagasan dari Berli untuk kesehatan di Jabar dan diharapkan mampu memperbaiki kesehatan di Jabar dengan segudang program yang diutarakan.
 
Emil meminta Kapala Dinkes yang baru bisa menekan isu stunting dan angka kematian ibu di Jabar yang saat ini terbilang masih tinggi. Bahkan Emil meminta Berli untuk segera membuat inovasi agar warga Jabar yang mencapai 48 juta jiwa bisa terhindar dari berbagai penyakit.
 
"Penyakit menular masih ada. Saya titip dengan 48,7 juta jiwa banyak penyakit berhubungan dengan gaya hidup. Sehingga saya titipkan tolong dikaji biaya pencegahan dan programnya mau kita galakkan. Saya titip, jangan sibuk sendiri, hidupnya harus dengan inovasi sesuai visi Jabar Juara Lahir Batin," jelas Emil.

 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif