Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, tengah memasuki masa low season atau masa sepi pengguna jasa. Medcom.id/Hendrik Simorangkir
Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, tengah memasuki masa low season atau masa sepi pengguna jasa. Medcom.id/Hendrik Simorangkir (Hendrik Simorangkir)

Bandara Soekarno-Hatta Sepi Penumpang

penerbangan bandara soetta
Hendrik Simorangkir • 12 Februari 2019 17:46
Tangerang: Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, tengah memasuki masa low season atau masa sepi pengguna jasa. Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin bersama seluruh pihak terlibat akan mengevaluasi turunnya pergerakan penumpang di awal 2019.
 
"Jadi buat kami pilihan melayani adalah nomor satu dalam situasi apa pun. Fasilitas operasi bandara harus dalam kondisi yang prima dan maksimal. Kami akan evaluasi terhadap penurunan penumpang," kata Awaluddin di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa, 12 Februari 2019.
 
Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti mengatakan, hilangnya penumpang di Bandara Soekarno-Hatta bukanlah hal baru. Gejala tersebut terus terulang setiap awal tahun baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau penurunan hampir setiap tahun di penerbangan terutama Indonesia. Memang bulan Januari-Februari itu pasti low season (musim sepi) jadi itu hampir siklus tahunan," kata Polana.
 
Jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta diharap kembali normal saat memasuki Maret 2019.
 
Dari data yang berhasil dihimpun dari Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, pergerakan penumpang pada Januari 2019 berjumlah 3.925.731 orang. Angka tersebut berkurang bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 yang total berjumlah 5.106.070 orang.
 
Untuk bulan Februari 2019 jumlah pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 3.748.873 orang. Angka di atas juga menunjukan penurunan pada bulan yang sama di tahun 2018 yang berjumlah total 4.362.871 penumpang.
 
Dampak sepinya penumpang terasa di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, dimana senggangnya penumpang yang lalu lalang membuat beberapa penyewa tempat usaha turut gulung tikar.
 
Bahkan, sopir bus Damri dan taksinya pun ikut menjerit dari sepinya penumpang di bandar udara tersibuk di Indonesia tersebut.
 
Gelar kampanye keselamatan penerbangan
 
Untuk mengisi waktu senggang saat memasuki masa low season, PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola bandara menggelar peningkatan mutu dan kualitas pelayanan.
 
"Dalam kondisi low season, selagi traffic sedang ada penurunan hal yang paling penting adalah fokus terhadap aktivitas safety campaign. Karena pergerakan lagi turun karena low season, kita juga tidak diam dalam dan melakukan sosialisasi seperti ini," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.
 

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin. Medcom.id/Hendrik Simorangkir

 
Kampanye keselamatan sisi udara dan darat di Bandara Soekarno-Hatta tersebut didukung pelatihan ramp safety campaign, terminal safety campaign, dan sosialisasi ke seluruh stakeholder.
 
Awaluddin pun menekankan untuk mengadakan pelatihan terhadap safety inspector di ketiga terminal di Bandara Soekarno-Hatta. Sebab, menurutnya, para safety inspector merupakan ujung tombak di lapangan di sisi udara dan darat.
 
"Seperti safety inspector yang berkaitan dengan teknik landasan, dia harus bisa memastikan bahwa runway ini dalam kondisi sehat dan dapat dilintasi banyak pesawat," katanya.
 
"Dalam kondisi low traffic peluang kita untuk melakukan itu (pelatihan) banyak, jangan kebalikannya pada saat traffic naik hal-hal itu tidak terantisipasi. Jadi kan ruginya jadi dua kali," tutupnya.
 
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi