Ilustrasi: Ridwan Kamil tengah berbincang dengan warga sekaligus memantau Situ Rawa Kalong di Depok, Sabtu, 10 Maret 2018.
Ilustrasi: Ridwan Kamil tengah berbincang dengan warga sekaligus memantau Situ Rawa Kalong di Depok, Sabtu, 10 Maret 2018. ()

Situ Patinggi dalam Pengawasan Balai Besar

sengketa tanah
10 Maret 2019 19:13
Jakarta: Situ Patinggi yang berada di kawasan permukiman Emeralda, Kota Depok, Jawa Barat, dalam pengawasan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung dan Cisadane (BBWSCC). Tak ada upaya penguasaan dari pihak-pihak tertentu.
 
Penjelasan itu dipertegas oleh Divisi Proyek PT Karabha Digdaya, Yuli Priyanto, setelah adanya aksi demo yang digelar kelompok masyarakat. Yuli menyatakan tak ada upaya penguasaan yang dilakukan PT Karabha Digdaya.
 
"Situ Patinggi adalah salah satu aset Pemerintah Kota Depok. Sejak dulu, kini, dan nanti dalam pengawasan BBWSCC. Jadi, tidak benar ada kabar yang beredar bahwa PT Karabha mengambil alih Situ Patinggi," kata Yuli melalui keterangan tertulis, Minggu, 10 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PT Karabha selaku pengembang Emeralda, jelas Yuli, justru berkepentingan untuk menjaga situ tersebut dari kemungkinan pengendapan dan pencemaran. Menurutnya, keberadaan situ sangat penting, baik dari sisi estetika, ruang terbuka hijau, hingga resapan air. Situ juga menjadi sumber air saat air tanah menyusut di musim kemarau.
 
“Kami selalu berkoordinasi dengan BBWSCC dalam menjaga kelestarian Situ Patinggi. Termasuk, penentuan luasan dan batasan dari situ tersebut,” ujarnya.
 
Dengan terjaganya kelestarian Situ Patinggi, Yuli memastikan masyarakat sekitar dapat memanfaatkan keberadaan situ tersebut. “Kami tetap mengizinkan warga mencari ikan. Sebagian besar pekerja di perumahan kami juga adalah warga sekitar," ucapnya.
 
Namun, Yuli berharap warga juga ikut melestarikan situ. Apalagi banyak situ menghilang di Depok karena sebagian besar beralih menjadi lahan perumahan.
 
Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) mencatat situ di Depok tinggal 21 situ dari sebelumnya berjumlah 34 situ. "Jangan sampai warga menjadi korban mafia tanah, membeli lahan bekas situ yang sengaja diurug. Padahal, situ merupakan aset negara," ujar Sekjen Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI), Agus Muldya Natakusuma.
 
FKMTI juga mencatat Situ Patinggi merupakan situ yang masih terjaga kelestariannya. "Jadi, tidak ada upaya pencaplokan seperti yang sebelumnya diembuskan oleh segelintir orang," kata dia. 
 
Sekelompok warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Situ Patinggi Tapos (MPSPT) menggelar unjuk rasa di depan gerbang Golf Emeralda Kecamatan Tapos, Kota Depok, Senin, 4 Maret 2019. 
 
Mengusung sembilan tuntutan, MPSPT menyebut keberadaan Situ Patinggi yang berada dalam area padang Golf Emeralda merupakan aset pemerintah yang sedang dikuasai oleh korporasi. Diduga, penguasaan itu tanpa legalitas yang jelas.
 
Pengunjuk rasa meminta PT Karabha Digjaya mau mengutamakan warga Tapos sebagai tenaga kerja. Warga bahkan menyatakan, jika tuntutan-tuntutan tidak dipenuhi, maka pengurus lingkungan sekitar lahan tidak akan menandatangani izin lingkungan untuk apa pun kegiatan pembangunan di sana.

 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif