Sejumlah warga bergotong royong memindahkan padi dari lokasi tanah longsor di kampung adat Sirnaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Nurul Ramdhan)
Sejumlah warga bergotong royong memindahkan padi dari lokasi tanah longsor di kampung adat Sirnaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Nurul Ramdhan) ()

Evakuasi Korban Longsor Sukabumi Terkendala Hujan

Longsor Sukabumi
02 Januari 2019 09:46
Jakarta: Proses evakuasi korban longsor di Kampung Cimapag, Sirnaresmi, Sukabumi, Jawa Barat, terkendala cuaca. Kondisi tanah yang gembur disertai hujan yang bisa secara tiba-tiba turun menyulitkan tim gabungan pencarian dan pertolongan (SAR) melakukan evakuasi.
 
"Pagi ini hujan agak deras dan biasanya cepat berubah. Selang berhenti dan reda kemudian tidak lama turun hujan lagi," ujar Kepala Seksi Operasi Badan SAR Nasional I Made Oka Astawa via sambungan telepon dalam Metro Pagi Primetime, Rabu, 2 Januari 2019.
 
Kendati hujan Made memastikan proses pencarian korban longsor akan tetap dilakukan. Sekitar 800 personel gabungan akan diterjunkan untuk melakukan operasi SAR di sekitar longsoran yang menimbun rumah-rumah warga. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Proses evakuasi, kata Made, terbagi menjadi dua tim yang akan bekerja secara bergantian mulai dari pagi hingga siang dan siang hingga sore. Pembagian tim dilakukan untuk menjaga kondisi petugas yang bekerja mengingat akses menuju lokasi tanah longsor hanya satu jalur.
 
"Pembagian shift supaya betul-betul tenaga yang dipakai hari ini maksimal karena kalau semua petugas turun ke lokasi justru akan menyulitkan," ungkapnya.
 
Ia menambahkan proses evakuasi juga akan dilakukan dengan dua cara. Pertama manual dengan mengerahkan tenaga petugas berbekal cangkul dan sekop, kedua adalah penggunaan ekskavator.
 
Made mengatakan saat ini sudah ada dua unit ekskavator yang diperbantukan. Kendati mengalami hambatan karena sekitar lokasi longsor berupa sawah dengan jalur kecil dan becek ia menjamin petugas dapat mengatasi hal tersebut.
 
"Kami berusaha menggunakan papan-papan kayu supaya ekskavator bisa bergerak untuk pengangkatan tanah yang mengubur rumah warga," pungkasnya.
 

 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif