Pengelolaan Dana Desa Disebut Lebih Baik
Seminar Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (Sembada) bersama 30 Universitas, di PKN STAN, Tangerang Selata, Banten, Minggu, 18 November 2018. Medcom.id/ Farhan Dwitama.
Tangerang: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memastikan pengelolaan Dana Desa oleh aparatur Desa lebih baik. Pengelolaan saat ini juga dibantu oleh 30 Perguruan Tinggi.

Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo mengatakan, pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Polri dan Kejaksaan Agung untuk melakukan pengawasan dana Desa. 

"Kita ada Satgas juga, saya yakin tidak mungkin tidak ketahuan. Tapi kita sepakat kalau kesalahannya itu administratif itu kita bantu, tapi kalau korupsi pasti (terungkap)," kata Eko di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Minggu, 18 November. 


Eko menjelaskan, peran Kepolisian, Kejaksaan dan inspektorat di kabupaten meminimalisir adanya penyimpangan dan penyelewengan dalam memanfaatkan dana Desa. Eko ingin ada keterbukaan dari aparat Desa dalam proses pengelolaan dana dalam membangun Desa.

"Menghindari terjadinya penyalahgunaan, sekarang kita sudah libatkan kepolisian dengan adanya Bhabinkamtibmas di seluruh Desa, jadi mereka ikut masuk, dan Kejaksaan Agung juga masuk di kabupaten-kabupaten," jelas Eko. 

Sementara dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dengan kerja sama pengawasan bersama sejumlah institusi, alokasi dana Desa semakin baik. Sri yakin pengelolaan dana Desa akan tepat sasaran dan bisa dioptimalkan.

"Inikan tahun ke lima, jadi kalau dari sisi alokasi perdesanya sudah semakin jelas, akuntabilitas dan transparansi itu semakin ditingkatkan. Jadi artinya sistemnya semakin baik," ungkap Sri Mulyani.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id