Polda Jabar Imbau Masyarakat Tidak Termakan Isu Penculikan Anak

P Aditya Prakasa 01 November 2018 12:48 WIB
hoax
Polda Jabar Imbau Masyarakat Tidak Termakan Isu Penculikan Anak
Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Foto: Antara/Yudhi Mahatma.
Bandung: Tim Cyber Polda Jawa Barat saat ini sedang melakukan penelusuran terhadap akun-akun yang menyebarkan hoaks maraknya penculikan anak. Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pihaknya akan segera mengambil tindakan jika menemukan pemilik akun di kawasan Jawa Barat.

"Kalau ada di daerah Jabar akan kita tindak, selidiki dan proses sampai penyidikan," kata Truno saat dihubungi, Kamis, 1 November 2018.

Truno menjelaskan, di beberapa daerah isu ini muncul dengan menampilkan wajah pelaku yang ternyata bukan pelaku penculikan. Hal itu membuat masyarakat Jawa Barat menjadi khawatir.


Truno mencontohkan, di Pontianak muncul isu penculikan anak dengan menampilkan foto wajah pria yang melakukan seorang pria yang ditangkap warga dan disebut penculik anak. Namun setelah dilakukan penyelidikan, ternyata foto itu merupakan seorang pencuri ponsel.

Isu penculikan anak juga muncul dengan mengambil organ tubuh korban. Hasil penyelidikan juga menunjukan bahwa hal tersebut hoaks. 

Menurut Truno, di Kota Sukabumi isu serupa juga viral. Dalam informasi yang beredar, seorang perempuan berbaju merah disebut telah melakukan penculikan anak.

Namun dari hasil penyelidikan, perempuan berbaju merah bukanlah penculik malainkan orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ). 

"Untuk yang di Sukabumi Kota kita tangani lakukan penyelidikan," jelas Truno. 

Selain di Sukabumi, di Bandung juga sempat muncul isu penculikan anak yang ternyata hoaks. Saat itu, muncul pesan berantai tentang penculikan anak bermodus ajak main game di kawasan Cisaranten, Arcamanik.

Hasil penyelidikan polisi, sehari setelah tersebar, informasi itu tidak benar dan foto perempuan yang ada dalam pesan tersebut merupakan seorang sales sebuah perusahaan.

Truno mengimbau agar masyarakat tidak menyebarluaskan informasi yang belum pasti kebenarannya. Truno menegaskan agar masyarakat tidak memproduksi ulang informasi tersebut.

"Untuk masyarakat kita meminta kroscek dulu kebenarannya apabila mendapatkan informasi. Lalu tidak mudah menyebarkan berita-berita. Karena secara tidak sadar, akan turut menyebarkan hoax," pungkas Truno.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id