Seorang warga mendatangi tempat praktik bidan Y yang diduga memisahkan bayi dari kedua orangtuanya setelah persalinan, Senin 1 Oktober 2018, Medcom.id - Hendrik
Seorang warga mendatangi tempat praktik bidan Y yang diduga memisahkan bayi dari kedua orangtuanya setelah persalinan, Senin 1 Oktober 2018, Medcom.id - Hendrik (Hendrik Simorangkir)

Bidan Y Buka Praktik sejak Lima Tahun Lalu

kesehatan
Hendrik Simorangkir • 01 Oktober 2018 18:35
Tangerang: Medcom.id mendatangi klinik bidan Y di Kota Tangerang, Banten, Senin, 1 Oktober 2018. Medcom.id bermaksud mengonfirmasi soal sepasang suami istri yang terpisah dari bayinya setelah persalinan.
 
Baca: Terkendala Biaya, Randi dan Istri Terpisah dari Bayinya
 
Klinik berlokasi di Kecamatan Neglasari. Tak ada aktivitas di tempat praktik bidan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pantauan di lokasi, sebuah sepeda motor diparkir di halaman. Pintu tertutup rapat. Lampu tak menyala. Sepi. Papan pelang usaha praktik dipasang di pintu pagar.
 
Umiyati, istri Ketua RT setempat, mengatakan bidan Y membuka usaha praktik tersebut sejak lima tahun lalu. Lokasi itu juga menjadi tempat tinggal Yuni bersama dua anaknya.
 
"Kalau tinggal di sini sih sudah lama. Orangnya tertutup setelah bercerai dengan suaminya. Keberadaan bidan Yuni sudah enggak kelihatan sejak semingguan," ujar Umiyati saat didatangi awak media di kediamannya, Senin 1 Oktober 2018. 
 
Umiyati menjelaskan Y jarang berbaur dengan masyarakat. Y juga tak pernah menghadiri kegiatan di lingkungan setempat.
 
"Keseharian sama warga semenjak cerai sama suami jadi jarang berinteraksi. Terus enggak pernah ikut arisan ataupun kegiatan-kegiatan lainnya," katanya.
 
Di berita sebelumnya, Randi dan Atikah mengaku terpisah dari bayinya setelah persalinan. Kejadian bermula pada Sabtu, 22 September 2018. Randi membawa Atikah ke bidan Y karena hendak melahirkan.
 
Y lalu membawa Atikah ke sebuah rumah sakit di Kota Tangerang. Alasannya, persalinan harus dilakukan dengan operasi sesar.
 
"Lalu, saat di rumah sakit saya ditawarkan paket biaya bidan. Paket itu ditawarkan langsung oleh bidan bukan dari rumah sakit," ujar Randi ditemui di rumahnya di Kelurahan Selajang Raya, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Senin 1 Oktober 2018. 
 
Randi menjelaskan bidan menawarkan paket sebesar Rp10 juta untuk biaya persalinan. Saat prosesi telah usai dengan kondisi bayi yang normal berjenis perempuan, biaya tersebut langsung diminta ke orang tua. 
 
"Saat itu karena saya tidak punya uang, saya minta butuh waktu untuk membayarnya. Tapi, oleh bidan diminta untuk hari itu juga membayarnya," kisah Randi. 
 
Randi menambahkan bidan meminta istri dan bayinya menginap di rumah sakit. Empat hari kemudian, bidan Y menyuruh istri dan bayinya pulang. 
 
"Itu pun disuruh pulang tanpa sepengetahuan saya. Pulangnya pun tidak ke rumah saya, tapi ke tempat bidannya praktik," ujar Randi.
 
Hanya istri Randi yang diantar pulang ke rumah. Sedangkan si bayi dibawa ke tempat bidan Y.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif