Masyarakat Diimbau Tidak Langsung Share Informasi dari Medsos

Antonio 29 Mei 2018 09:51 WIB
hoax
Masyarakat Diimbau Tidak Langsung <i>Share</i> Informasi dari Medsos
ilustrasi-medcom.id
Bekasi: Satgas Nusantara mengimbau masyarakat tidak langsung membagikan informasi dari media sosial atau selebaran ke orang lain. Hal itu untuk meminimalisir terjadinya penyebaran berita bohong (hoaks). 

Masyarakat diharapkan dapat mengklarifikasi informasi yang mereka terima. Kepala Satgas Nusantara Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan, hoaks sangat berbahaya. Apalagi, hoaks yang menyangkut isu-isu yang sensitif. 

"Isu-isu suku, agama, ras, antargolongan (SARA), karena bisa memecah belah bangsa," kata dia di Bekasi, Senin 28 Mei 2018.


Ia menganjurkan, masyarakat bertanya kepada pihak yang ada di dalam selebaran atau media sosial untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya. Sehingga, masyarakat tidak terlibat dalam penyebaran informasi bohong.

"Saya mengimbau pada kesempatan ini, apakah hoaks itu berupa selebaran, atau di media sosial kita harus mengklarifikasi terlebih dahulu. Jangan percaya saja. Kita tabayun lah. Kalau sudah kita klarifikasi, benar berita itu baru kita share, tapi kalau enggak jangan," paparnya.

Gatot mengingatkan, Polri segera menangani berita hoaks yang telah tersebar sesuai prosedur hukum yang berlaku. Penyebar hoaks berkonten SARA terancam dikenakan Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 156a KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.



(LDS)