Dewan Masjid Tegaskan Masjid bukan Tempat Berpolitik

Ahmad Rofahan 05 Mei 2018 15:57 WIB
masjid
Dewan Masjid Tegaskan Masjid bukan Tempat Berpolitik
Ilustrasi. Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh. (ANT/SYIFA YULINNAS)
Cirebon: Beredarnya dakwah kontoversial Sugi Nur di salah satu masjid di Solo, Jawa Tengah  yang mengharamkan memiliki Joko Widodo saat pemilihan presiden 2019 ditanggapi Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Syafruddin. Menurutnya, masyarakat harus bisa memahami apa yang pantas dibicarakan dan dilakukan di masjid.

"Kalau yang itu (politik), tempatnya bukan di masjid," kata Syafrudin saat membuka simposium wisata religi berbasis masjid di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu 5 Mei 2018.

Syaruddin menegaskan, masjid memang bukan hanya tempat untuk beribadah. Tapi masyarakat harus bisa menempatkan diri.  Dia mengatakan, tak bisa memberikan sanksi terkait penyalahgunaan masjid. Karena masjid dimiliki dan didanai masyrakat.


"Tidak bisa kita mengatur-atur itu," kata Syafrudin.

Dia mengatakan, perihal penyalahgunaan masjid untuk berpolitik praktis bukan ranag DMI. Alasanya, DMI fokus memberdayakan dan memakmurkan masjid.

"Untuk masalah itu ada ranahnya sendiri yang mengurusi," kata Syafrudin.



(LDS)