Eks Sekda Depok Dicecar Pertanyaan Puluhan Halaman
Harry Prihanto, mantan Sekretaris Daerah Kota Depok, Jawa Barat. Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno
Depok: Harry Prihanto, mantan Sekretaris Daerah Kota Depok, Jawa Barat, bungkam saat ditanya mengenai perkembangan kasus korupsi yang membelitnya. Dia ditetapkan sebagai tersangka bersama mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dalam korupsi proyek Jalan Nangka.

Pantauan Medcom.id, Harry mengenakan batik berwarna biru keluar dari ruangan penyidik sekitar pukul 22.00 WIB, Rabu 12 September 2018. Dia bergegas mempercepat langkahnya menghindari pertanyaan wartawan.

"Saya serahkan seluruhnya kepada pengacara saya," sambil tersenyum kecil dengan raut wajah lelah menuju area parkiran Mapolresta Depok.


Salah satu dari enam kuasa hukum Eks Sekda Kota Depok, Harapan Jaya Siahaan, mengaku pihaknya semaksimal mungkin mendampingi Harry selama pemeriksaan.

Penyidik Tipikor belum menentukan agenda pemeriksaan selanjutnya. Namun, selain diperiksa Harry juga sempat mengikuti gelar perkara kasus korupsi tersebut. Dia enggan mengungkap materi yang disampaikan.

Daftar pertanyaan pemeriksaan penyidik juga diakuinya cukup banyak sekitar kurang lebih 171 halaman. "Pertanyaan terlampir dalam 34 halaman," tandasnya.

Kuasa Hukum Harry yang lainnya, Ahmar Ihsan Rangkuti menegaskan Harry Prihanto dalam kasus tersebut, menambah kuasa hukumnya untuk memantapkan pembelaan terhadap tersangka.

Menurut informasi yang dihimpun, penyidik Tipikor Satreskrim Kota Depok memeriksa Eks Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail pada Kamis, 13 September 2018.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id