KPK Pantau Kasus Korupsi Eks Wali Kota Depok

Octavianus Dwi Sutrisno 23 November 2018 18:40 WIB
kasus korupsi
KPK Pantau Kasus Korupsi Eks Wali Kota Depok
Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menyampaikan sambutan ketika acara rilis Survei Penilaian Integritas (SPI) 2017 di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/11). MI/ ROMMY PUJIANTO.
Depok: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi kasus korupsi yang menjerat mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengatakan, apapun yang terkait dengan perkara korupsi dan melibatkan petinggi daerah maka akan menjadi perhatian KPK. 

"KPK itu merupakan koodinator dari seluruh tindakan yang berhubungan dengan korupsi. Setiap penanganan tindak pidana korupsi di daerah kita awasi," kata Basaria di Depok, Jawa Barat, Jumat, 23 Oktober 2018.


Baca: Eks Wali Kota Depok Tak Dicekal Lagi

Basaria menjelaskan, koordinasi dan pengawasan terhadap setiap kasus korupsi di wilayah yaitu dengan menggunakan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) online.

"Jadi semua dilaporkan ke kami (KPK), tidak hanya di Depok aja, tapi di seluruh Indonesia, penanganan korupsi tindak pidana korupsi masuk ke dalam sistem ini," jelas Basaria.

Basaria kembali mengatakan, hingga saat ini pihaknya tidak ingin mencampuri kasus hukum yang sudah berjalan di Polresta Depok. Basaria ingin polisi menyelesaikan kasus tersebut sampai ke persidangan.

"Nanti ya, biarkan dulu berjalan. Kita lihat penegak hukum lainnya (kepolisian). Yang jelas belum keseluruhan kita take over," pungkas Basaria.

Sebelumnya penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polresta Depok telah menetapkan Nur Mahmudi dan mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Harry Prihanto sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi pelebaran Jalan Nangka.

Keduanya diduga telah merugikan negara senilai Rp10,7 miliar. Namun sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 20 Agustus 2018 lalu. Nur Mahmudi dan Harry hingga kini belum juga menjalani proses penahanan. Berkas korupsi para tersangka pun telah berulang kali bolak-balik dari jaksa ke penyidik.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id