Kapolresta Depok, Kombes Didik Sughiarto saat melakukan jumpa pers di Mapolresta Depok, Jawa Barat, Selasa, 9 Oktober 2018. Medcom.id/ Octavianus Dwi Sutrisno.
Kapolresta Depok, Kombes Didik Sughiarto saat melakukan jumpa pers di Mapolresta Depok, Jawa Barat, Selasa, 9 Oktober 2018. Medcom.id/ Octavianus Dwi Sutrisno. (Octavianus Dwi Sutrisno)

Pelaku Bunuh Ali Akbar karena Handphone

kasus pembunuhan
Octavianus Dwi Sutrisno • 09 Oktober 2018 16:46
Depok: Misteri kematian Ali Akbar, bocah malang yang tewas dengan luka mengenaskan di pinggir Kali Ciputat Sawangan Kota Depok, terbongkar.
 
Kapolresta Depok, Kombes Didik Sughiarto mengatakan, motif tersangka AR, 19, melakukan pembunuhan karena ingin menguasai handphone milik korban.
 
"Pembunuhan ini sudah direncanakan pelaku dengan membawa pisau dari rumah dan membawa korban ke sebuah Empang," kata Didik di Mapolresta Depok, Jawa Barat, Selasa, 9 Oktober 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Polisi Tangkap Pembunuh Ali Akbar
 
Didik menjelaskan, AR dan korban memang saling kenal, mereka teman satu tongkrongan. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, ternyata pelaku juga diketahui positif menggunakan narkoba jenis sabu dan ganja.
 
"Diduga, pelaku ini butuh uang untuk beli ganja," jelas Didik.
 
Didik menjelaskan, korban tidak merasa curiga kepada pelaku sesaat sebelum terjadi pembunuhan. Didik juga mengaku masih menyelidiki apakah pembunuhan dipengaruhi narkoba yang dikonsumsi pelaku.
 
"Jadi pelaku langsung menghabisi korban, dengan menggunakan pisau. Apakah ini juga pengaruh dari narkoba kita masih dalami lagi," jelas Didik.
 
Baca: Bocah yang Tewas di Depok Menderita Tujuh Luka Tusukan
 
Didik kembali mengatakan, setelah korban tewas kemudian pelaku langsung meninggalkan begitu saja. Handphone korban pun dibawa oleh pelaku.
 
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 (3) subsider pasal 338 dan 340 Jo Pasal 80 (2) UU No 35 tahun 2014 tentang pembunuhan berencana dan pembunuhan terhadap anak dengan ancaman di atas 10 tahun penjara.
 
Sebelumnya AR ditangkap pada Minggu 8 Oktober 2018. Pria yang berprofesi sebagai buruh harian lepas ini sempat melarikan diri ke daerah Cipete Jakarta Selatan.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi