Muhammad Budi Suhendrik, Ketua RT Kompleks Timah mengatakan, warga teah menemukan lebih dari 15 ular sejak awal bulan Oktober 2018. "Semuanya ditemukan warga ada yang di dalam dan pekarangan rumah. Beberapa di antaranya akhirnya terpaksa dimatikan karena warga takut," ucap Budi saat ditemui di kediamannya, Kompleks Timah, Selasa, 6 November 2018.
Ukuran ular yang ditemukan warga beragam. Rata-rata sekitar satu hingga dua meter. "Biasanya warga langsung menghubungi Tagana untuk membantu menangkap ular tersebut," paparnya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Budi menduga ular tersebut keluar dari sarang akibat habitatnya terusik. Terlebih saat musim hujan seperti sekarang.
Dia mengungkap, belakang kompleks perumahan masih berupa rawa. Tapi, rawa sudah jadi perumahan.
"Nah, belakangan ini kan kami juga lagi bersih-bersih taman, apa mungkin karena habitatnya merasa terganggu jadi pada masuk ke rumah, cari yang lembab, kita enggak tahu dah,” pungkasnya.
Untuk menghindari jatuhnya korban, Budi dan warga sekitar berinisiatif membersihkan area gudang di rumah masing-masing.
Selain ular, Budi juga mengaku sering melihat biawak yang ukurannya mencapai satu meter. Reptil tersebut biasa terlihat di selokan dan gorong-gorong dekat rumah warga.
"Kelihatan mereka lagi berjemur," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SUR)
